SuaraJogja.id - Belakangan ini, kondisi Indonesia sedang panas-panasnya dengan banyaknya aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa maupun masyarakat sipil di berbagai daerah.
Demonstrasi yang dilakukan masyarakat saat ini merupakan bentuk protes penolakan atas disahkannya UU Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020) lalu oleh DPR RI.
Ketika melakukan aksi demo, demonstran tidak bisa dipisahkan dengan lantunan lagu pergerakan maupun lagu bertema kritik.
Berikut playlist lagu Indonesia yang pas dengan momentum yang terjadi di Indonesia:
1. Kunto Aji - Gema
Lagu karya musisi Kunto Aji ini dirilis pada 2015.
Lirik pada lagu ini menggambarkan bagaimana generasi muda yang turut bergerak dalam suatu aksi termasuk memprotes kebijakan pemerintah yang dirasa ngawur dan merugikan masyarakat.
"Dengarlah, oh dengarlah. Barisan muda bergerak. Menggantikan yang berserak," begitulah salah satu baris lirik lagu yang berdurasi 2 menit 2 detik ini.
Jika publik mendengarkan lagu ini, maka akan terdengar suara derap langkah kaki sebagai backsound-nya.
Baca Juga: Wagub DKI Sebut 50 Persen Anak STM yang Ditahan Warga Bodetabek
2. .Feast - Berita kehilangan
Band .Feast bersama Rayssa Dynta merilis lagu berjudul "Berita Kehilangan". Lagu ini merupakan salah satu lagu di album Beberapa Orang Memaafkan yang dirilis pada 2018.
Lagu ini menggambarkan korban kematian dalam suatu kejadian.
Lirik yang mengena adalah "Nyawaku dirampas namun kita yang jaya perang" dan "Menggenapkan namamu yang kuberikan. Sama seperti artinya saat kau berkorban menyadarkan."
3. .Feast - Kami Belum Tentu
Salah satu lagu ciptaan band .Feast yang masuk ke dalam album Beberapa Orang Memaafkan ini cocok didengarkan publik di masa seperti sekarang ini.
Liriknya "Pemimpin di esok hari (Adakah yang cukup mampu). Mewakilkan suara kami (Jelas tak ada yang tahu). Ada yang cukup peduli. Umat yang dikelabuhi."
Lirik di atas sangat pas didengarkan di masa seperti ini, di mana publik merasa dibohongi oleh pemerintah.
Lirik tersebut menggambarkan perasaan masyarakat Indonesia sekarang ini, yang tidak percaya lagi kepada pemimpin yang pada nyatanya tidak bisa mewakilkan suara dari rakyatnya.
4. Efek Rumah Kaca - Mosi Tidak Percaya
Grup musik indie ini merilis lagu berjudul "Mosi Tidak Percaya" pada 2008 silam.
Lagu ini sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah yang dirasa sudah tidak sejalan dengan pengharapan masyarakat.
"Ini masalah kuasa, alibimu berharga. Kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?"
5. Iwan Fals - Rubah
Lagu Iwan Fals yang rilis pada 2007 silam ini pas jika ditambahkan ke dalam playlist lagu yang cocok menggambarkan keadaan saat ini.
"Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawur. Pemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)"
Begitulah penggalan lirik lagu "Rubah".
6. Iwan Fals - Bongkar
Lagu berjudul "Bongkar" ini sebenarnya merupakan salah satu lagu Iwan Fals ketika tergabung dengan band SWAMI pada 1989 silam.
Melalui lagu ini, Iwan Fals dapat melontarkan kritiknya pada pemerintah.
Iwan Fals memang dikenal publik sebagai sosok musikus yang kerap menciptakan lagu bertema kritik.
"Di jalan kami sandarkan cita-cita. Sebab di rumah tak ada lagi yang bisa dipercaya."
Di atas merupakan penggalan lirik dari lagu "Bongkar". Lirik di atas menggambarkan masyarakat yang akhirnya memilih turun ke jalan untuk demo karena suaranya tak lagi di dengar oleh pemerintah.
7. Barasuara - Masa Mesias Mesias
Lagu berdurasi 3 menit 9 detik ini merupakan lagu milik Barasuara. "Masa Mesias Mesias" masuk ke album Pikiran dan Perjalanan yang dirilis pada 2019 lalu.
"Masa, mesias mesias. Guna-guna, adu domba. Devide et impera," merupakan sepenggal lirik dari lagu ini.
8. Barasuara - Haluan
Lagu yang dirilis pada 2019 bersamaan dengan lagu "Masa Mesias Mesias" ini juga cukup menarik dan pas jika didengar di tengah keadaan saat ini.
"Muatan, bualan, paksaan, ancaman. Yang benar diredam, diputar haluan."
9. Slank - Siapa Yang Salah
Lagu bergenre rock ini dirilis pada 1998.
Lagu yang masuk ke album "Mata Hati Reformasi" ini merupakan bentuk kritik terhadap rezim yang berkuasa pada masa itu.
"Sebohong-bohongnya kriminal paling sial ketangkep. Dipaksa ngaku aja harus sampe bengep-bengep."
Lirik di atas merupakan penggalan dari lagu "Siapa Yang Salah".
10. Fajar Merah - Kebenaran Akan Terus Hidup
Lagu "Kebenaran Akan Terus Hidup" merupakan lagu ciptaan anak Wiji Thukul, Fajar Merah.
Lagu-lagu karya Fajar ini diketahui selalu dapat membakar semangat perjuangan demonstran.
"Suaraku tak bisa berhenti bergema. Di semesta suaraku membara. Walau kau terus saja coba membungkamnya," begitulah penggalan dari lagu ini.
Reporter: Dita Alvinasari
Berita Terkait
-
Wagub DKI Sebut 50 Persen Anak STM yang Ditahan Warga Bodetabek
-
Sampah Demo Tolak UU Cipta Kerja di Kabupaten Tangerang Capai 5 Ton
-
Empat Massa Aksi "Tolak Omnibus Law" di Semarang Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Viral Lelaki Hampiri Polisi saat Aksi: Saya Kecil Tapi Tahu NKRI Harga Mati
-
Demo Kartasura Ricuh, Tiga Pendemo Diamankan Polisi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja