SuaraJogja.id - Sebanyak dua dari enam pelajar asal Yogyakarta diamankan Polsek Kotagede. Keenam remaja itu diduga bakal melakukan tindakan kriminalitas di wilayah Kotagede, Yogyakarta.
Dua pelajar berinisial T (18) dan D (18) harus berurusan dengan hukum karena terbukti memiliki senjata tajam tak berizin. Sementara empat remaja lain dibebaskan dari jeratan hukum.
Kanit Reskrim Polsek Kotagede Iptu Mardiyanto menjelaskan, peristiwa terjadi pada Minggu (11/10/2020). Para remaja tersebut sengaja membawa senjata tajam (sajam) untuk melakukan aksinya.
"Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka membawa sajam untuk berjaga-jaga, tetapi orang yang mereka cari tidak muncul, malah dicurigai oleh warga," terang Mardiyanto, dihubungi wartawan, Selasa (3/11/2020).
Awal mula peristiwa terjadi lantaran salah seorang teman mereka dianiaya oleh kelompok lain di wilayah Taman Siswa, Umbulharjo, Yogyakarta. Enam orang pelajar ini emosi dan berniat membalaskan dendam.
Keenam pelajar bergegas mendatangi Taman Siswa menggunakan 3 kendaraan motor berboncengan. Sementara temannya yang menjadi korban kelompok lain tidak ikut pada aksi tersebut.
Saat melintas di sekitar Taman Siswa, gelagat mereka dicurigai oleh warga sekitar. Kemudian warga yang sudah geram dengan tindak kejahatan remaja di jalan ini mengejar mereka.
Saat aksi kejar-kejaran, dua pelajar mengancam dengan mengeluarkan dua sajam jenis celurit yang diacungkan kepada warga.
Meskipun begitu, warga tetap mengejar para remaja sampai di depan pasar Kotagede, Yogyakarta. Mereka terhenti ketika jalan yang mereka ambil ternyata buntu.
Baca Juga: Viral! Pria Bertelajang Dada Bawa Senjata Tajam Ngamuk di Depan RS
Namun kelompok remaja juga berhasil kabur dari kejaran warga. Kendaraan motor yang mereka bawa terpaksa ditinggal beserta dua sajamnya.
"Awalnya dikejar warga di jalan. Nah sampai wilayah Kotagede jalannya mentok. Dari pada ditangkap warga mereka memilih kabur dan meninggalkan motor," terang dia.
Berdasarkan alat bukti yang tertinggal di lokasi, pihak kepolisian Kotagede langsung melakukan penyidikan terkait kepemilikan kendaraan tersebut. Sehingga dapat mengungkap rombongan remaja yang diduga klitih.
Pada hari yang sama setelah kejadian, petugas berhasil menangkap para remaja pukul 10.00 wib di rumahnya masing-masing.
Berdasarkan hasil insterogasi dari 6 orang pelajar, dua diantaranya terlibat perkara kepemilikan sajam di muka umum. Sajam jenis cerulit itu juga digunakan untuk mengancam orang-orang.
“Dua orang dijerat undang-undang darurat. Sementara sisanya sebatas saksi,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Viral! Pria Bertelajang Dada Bawa Senjata Tajam Ngamuk di Depan RS
-
Ngamuk Bawa Tombak Tiga Meter, Pria di HSU Bikin Geger Warga Sekampung
-
Pria Paruh Baya Ngamuk Pakai Tombak, Warga Ketakutan
-
Polisi Bekuk 7 Anggota Geng Motor yang Bawa Sajam Serang Kampung Cemplang
-
Bawa Sajam Serang Kampung Cemplang, Tujuh Pelaku Dibekuk di Bogor
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais