SuaraJogja.id - Neno Warisman ikut berkomentar mengenai pemanggilan Anies Baswedan atas adanya kerumunan di kawasan DKI Jakarta saat fase PSBB Transisi. Mengutip pendapat Din Syamsuddin, Neno membenarkan adanya nuansa politik dalam pemanggilan Anies oleh Polda untuk diminta klarifikasi.
Dalam videonya, Neno menceritakan jika ia juga sempat dipanggil oleh Bareskrim untuk diminta keterangan. Sebanyak 16 pertanyaan dipaparkan padanya dengan mengambil waktu beberapa jam. Diperiksa bersama dengan Rocky Gerung, Neno mengaku sebenarnya ia tidak pernah hadir dalam acara yang diprakarsai oleh sekelompok orang itu.
"Saya diminta keterangannya, dan disangka hadir. Padahal saya gak hadir, bahkan saya gak kenal dengan pembicaranya," ujar Neno.
Ia merasa prihatin mendengar hal-hal yang belakangan ini terjadi dan menimpa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Mantan penyanyi ini menilai, bahwa mantan menteri pendidikan itu sudah bekerja dengan sangat keras. Bahkan ia juga bersebrangan pandangan dengan sosok pria berkacamata tersebut.
Selanjutnya, aktivis keagamaan ini juga mengatakan bahwa ia tidak rela jika sampai muncul denda sebesar Rp 5 juta. Menurutnya, saat ini masyarakat tengah berada dalam kepanikan dan kebingungan. Namun, ada satu tokoh yang menurut Neno tidak akan merasa kebingungan untuk memberikan pendapat dan pandangan.
Presidium KAMI, Din Syamsuddin menyebutkan bahwa pemanggilan Polda kepada Anies bernuansa politik dan justru menjadi bumerang untuk rezim pemerintah. Pemanggilan kepala daerah itu disebut bisa dipandang sebagai drama penegakan hukum yang irasional dan tidak wajar.
"Belum pernah terjadi Polda memanggil seorang Gubernur yang merupakan mitra kerja hanya untuk klarifikasi," terang Din Syamsudin dalam tulisan yang dibacakan Neno.
Hal serupa belum pernah terjadi kecuali dalam rangka penyelidikan. Din mempertanyakan kenapa bukan Kapolda yang datang menemui Gubernur. Sebab izin dan tanggung jawab kerumunan yang melanggar protokol kesehatan dinilai Din berada pada pihak kepolisian.
Selanjutnya, Din berpendapat bahwa kejadian itu merupakan preseden buruk yang justru akan memperburuk citra Polri. Menurutnya pihak kepolisian bereaksi berlebihan dan berkesan ada diskriminasi dengan tidak melakukan hal serupa kepada kepala daerah lainnya yang didaerahnya juga terjadi kerumunan.
Baca Juga: Periksa Anies soal Hajatan Rizieq, Polda: Jangan Ada Sebutan Kriminalisasi
"Tindakan ini akan jadi bumerang bagi rezim, dan telah menuai simpati rakyat bagi Anies Baswedan sebagai pemimpin masa depan," lanjut Din.
Neno berpendapat, tulisan Din Syamsudin yang ia bacakan itu juga memiliki nuansa politik. Secara pribadi, ia merupakan orang yang tidak setuju jika Anies dijadikan calon presiden kedepannya. Punya alasan tersendiri, Neno tetap merasa prihatin melihat hal apa yang menimpa Anies saat ini.
Tonton langsung pendapat Neno Warisman DISINI
Selanjutnya, Neno masih menunggu episode selanjutnya dari peristiwa pemanggilan Anies ini. Sementara itu, ia juga meminta masyarakat untuk menahan diri. Jangan sampai di media sosial akibat kecintaan terhadap tokoh-tokoh politik itu lantas menimbulkan pertikaian antar sesama masyarakat.
Sejak diunggah Rabu (18/11/2020), video berduradsi 8 menit itu, sudah ditonton lebih dari 200 kali. Ada puluhan orang yang menekan tanda suka dan beberapa ikut berkomentar. Dalam video itu, Neno ikut membagikan video konferensi dari Anies usai memenuhi panggilan dari Polda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor