SuaraJogja.id - Momen yang cukup sengit berlangsung ketika anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra Fadli Zon hadir di program Mata Najwa pada Rabu (18/11/2020) malam.
Saat diminta pendapatnya terkait acara penyambutan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, yang menimbulkan kerumunan, Fadli Zon tak kunjung memberi jawaban yang memuaskan, sehingga Najwa Shihab berulang kali mengulang pertanyaannya.
Dalam acara bertajuk "Penegakan Protokol Kesehatan Tidak Konsisten" itu, Fadli Zon menjelaskan bahwa pemerintah tidak konsisten sejak awal salam menangani pandemi Covid-19.
Ia juga mengkritisi pemeriksaan atau klarifikasi oleh Polda Metro kepada Gubernur Anies Baswedan, yang dinilai agak aneh. Kritik serupa ia sampaikan untuk peristiwa kumpul-kumpul yang viral dan dikhawatirkan akan menciptakan cluster covid baru di Tanah Air.
Dilansir Hops.id -- jaringan Suara.com, lantaran Fadli Zon terus menyalahkan pemerintah atas segala kondisi belakangan, Najwa Shihab pun kemudian melempar pertanyaan pada Fadli Zon.
“Saya mau tanya, jadi menurut Anda tidak perlu ada yang dikritisi dari rangkaian kegiatan kerumunan yang melibatkan Imam besar FPI?” tanya Najwa Shihab.
Namun, Fadli Zon seolah dianggap Najwa mengaburkan jawaban dengan justru menyinggung kasus Pilkada Jawa Tengah.
“Kalau begitu saya mau minta tanggapan Anda, sebelum masuk ke sana [Pilkada Jateng] saya mau minta kritik Anda dulu kalau begitu,” tanya Najwa Shihab lagi.
Menurut Fadli Zon, sebabnya, ada dua nama penting di sini yang dianggap tak disukai pemerintah: Anies Baswedan dan Habib Rizieq.
Baca Juga: Slamet Maarif Bantah Rizieq Serukan Berkumpul, Najwa Tunjukkan Buktinya
Saat ditanyai buktinya, sehingga dianggap Najwa Shihab hanya melempar sinyalemen, Fadli Zon kembali menyinggung kasus pilkada di sejumlah daerah. Menurut dia, kerumunan juga terjadi di berbagai gelaran Pilkada, tetapi tidak ada yang diproses.
Sementara untuk kasus DKI, kata Fadli Zon, jelas sudah dilakukan berbagai upaya, seperti yang disampaikan oleh wakil gubernurnya.
Pada kesempatan itu, Najwa Shihab berulang kali menyampaikan pertanyaan kepada Fadli Zon. Dia bahkan menerangkan bahwa persoalan Pilkada akan dibahas di segmen selanjutnya, dan dia ingin bertanya pada Fadli Zon, apa yang perlu dikritisi dari rangkaian kegiatan yang melibatkan kerumunan luar biasa besar.
Namun lagi-lagi, Fadli Zon kembali salahkan Pemerintah. Ia mengatakan, "Yang harus dikritisi pemerintah, gagal memberikan edukasi kepada masyarakat soal imbauan untuk bahayanya covid. Saya termasuk yang mengatakan covid ini berbahaya. Kita harus tetap cuci tangan, jaga jarak.”
“Saya ingin meminta Anda mengkritisi apa yang bisa dikritisi dari kegiatan yang dilakukan FPI, tapi Anda lagi-lagi menyalahkan pemerintah,” sahut Najwa Shihab.
“Lo iya dong, kalau masyarakat kemudian tidak patuh berarti ada sesuatu yang harus kita refleksikan, kenapa itu bisa terjadi. Misalnya kerumunan-kerumunan,” jawab Fadli Zon.
Berita Terkait
-
Slamet Maarif Bantah Rizieq Serukan Berkumpul, Najwa Tunjukkan Buktinya
-
Spanduk Habib Rizieq Dirusak, FPI: Itu merendahkan TNI, Kerjaan Satpol PP
-
Spanduk Habib Rizieq Dirusak Kelompok Berseragam Loreng
-
Viral Ceramah Syekh Ali Jaber soal Perempuan Tak Berjilbab, untuk Nikita?
-
Panitia Nikah Putri Rizieq Ngaku Ditanya Polisi Soal Kedekatan dengan HRS
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
-
Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten
-
Anak Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sleman
-
Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
-
Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan