- Pemerintah memprediksi 143 juta orang bergerak saat Lebaran 2026, menyebabkan kepadatan signifikan di jalur utama selatan Jakarta-Yogyakarta.
- Terdapat tujuh titik rawan macet utama di jalur selatan, termasuk Nagreg, Malangbong, dan pertemuan di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.
- Kemacetan di jalur selatan disebabkan oleh kontur jalan menanjak, pertemuan arus kendaraan, dan aktivitas pasar di dekat ruas jalan utama.
SuaraJogja.id - Arus mudik Lebaran selalu menjadi momen yang identik dengan lonjakan kendaraan di berbagai jalur utama. Pada Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026, pemerintah memperkirakan pergerakan masyarakat mencapai sekitar 143 juta orang yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.
Lonjakan mobilitas tersebut tentu berdampak pada meningkatnya kepadatan lalu lintas, terutama di jalur utama antarkota di Pulau Jawa.
Salah satu rute yang cukup populer bagi pemudik adalah jalur Jakarta – Yogyakarta via selatan. Jalur ini biasanya dipilih untuk menghindari kepadatan Pantura atau tol Trans Jawa. Namun pada momen puncak mudik, sejumlah titik di jalur selatan juga kerap mengalami kemacetan.
Berikut tujuh titik macet yang sering menjadi perhatian pemudik saat melintas dari Jakarta menuju Yogyakarta melalui jalur selatan.
1. Nagreg, Kabupaten Bandung
Nagreg menjadi salah satu titik klasik kemacetan saat arus mudik. Kawasan ini merupakan jalur penghubung utama dari Bandung menuju Tasikmalaya dan Jawa Tengah.
Kemacetan biasanya terjadi karena pertemuan arus kendaraan dari arah Bandung, Garut, serta kendaraan jarak jauh dari Jakarta. Selain itu, kontur jalan yang menanjak dan berkelok juga sering membuat kendaraan melambat.
Pada momen mudik Lebaran, antrean kendaraan di kawasan ini bisa memanjang hingga beberapa kilometer.
2. Malangbong, Garut
Baca Juga: Empat Ruas Tol Ini Dibuka Fungsional Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Ada Jogja-Solo
Setelah melewati Nagreg, pemudik biasanya akan menghadapi potensi kepadatan di kawasan Malangbong.
Daerah ini merupakan jalur perbukitan dengan jalan sempit dan banyak tikungan. Aktivitas pasar serta kendaraan lokal juga sering membuat arus kendaraan melambat.
Ketika volume kendaraan meningkat drastis saat mudik, kawasan ini menjadi salah satu titik yang sering mengalami kemacetan panjang.
3. Banjar – Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah
Kota Banjar merupakan gerbang perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah di jalur selatan.
Di kawasan ini terdapat banyak persimpangan serta aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar dan terminal. Kondisi tersebut membuat kendaraan sering melambat, terutama pada jam sibuk.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan