SuaraJogja.id - Warganet dibuat heboh dengan beredarnya potret sebuah mobil Daihatsu Ayla yang menabrak motor CBR Honda. Diduga bertengkar di jalan, pengemudi mobil ini kini gigit jari lantaran harus mengganti kerugian yang dituai dengan satu bangunan rumah dan sebuah mobil. Aksi nekatnya itu lantas ramai dikomentari warganet.
Mulanya, beredar tangkapan layar status WhatsApp yang menceritakan peristiwa kecelakaan antara mobil dan motor itu. Disebutkan bahwa kedua pengendara itu terlibat pertengkaran di jalan raya. Pengendara motor diduga kemudian menggeber motor dan menekan gas ke arah pengendara mobil.
Tidak terima dengan aksi tersebut, pengemudi mobil nekat langsung menabrak pengendara motor itu. Sang pengendara menyeruduk motor hingga tersangkut dibagian depan mobilnya. Akibat peristiwa tersebut, pengendara motor kemudian mengalami patah tulang tangan dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Setelah ditelusuri oleh warganet, harga motor yang ditabrak itu merupakan Honda CBR1000RR SP yang dibandrol senilai Rp 599 juta hingga Rp 699 juta. Diduga sang pengendara mobil tidak mengetahui berapa harga motor yang ditabrak dan memperkirakan saat ini pengendara mobil tengah gigit jari memikirkan biaya ganti rugi yang lebih mahal dari harga mobilnya.
Melalui akun Instagram pribadi pengendara motor @dimas_prasetyahani, dituliskan bahwa orangtua pengendara mobil memohon agar anaknya tidak dimasukkan ke dalam penjara. Mereka akan memberikan ganti rugi berupa sebuah rumah dan satu mobil. Disampaikan juga bahwa pemilik mobil Ayla telah melakukan mediasi dengan pihaknya. Sejauh ini masih terus melakukan pertimbangan dan berharap warganet tidak memperkeruh.
"Masih saya pertimbangkan, Tolong jangan diperkeruh. terima kasih banyak atas atensi dan perhatiannya," terang Dimas.
Dalam video klarifikasi yang ia unggah, Dimas menyebutkan bahwa yang menimpanya bukanlah sebuah kecelakaan. Melainkan ia dengan sengaja ditabrak oleh pengendara mobil Daihatsu Ayla tersebut. Tidak berniat secara langsung menggeber kendaraannya, Dimas mengakui jika suara motornya memang sangat kencang. Mereka sempat menepi dan cekcok di pinggir jalan.
Dimas mengaku sempat menantang pengendara mobil itu untuk berduel dengannya. Sayangnya, si pengendara mobil justru melarikan diri. Merasa dipermalukan di depan publik, Dimas kemudian mengejar pengendara mobil itu. Setelah salip dan meminta agar lawannya itu untuk berhenti. Saat menunggu di sisi kiri jalan, ia justru ditabrak dengan sengaja.
"Jadi saya tegaskan sekali lagi, ini bukan kecelakaan. Ini adalah, tindakan yang sangat keji menurut saya," terang Dimas.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Serpong, Mobil Tabrak Pejalan Kaki Hingga Gerobak Nasi
Ia menyampaikan bahwa dirinya mengalami patah tulang di lengan kiri. Ada dua tulangnya yang patah dan harus dirawat intensif. Tiba di rumah sakit dalam keadaan sadar, Dimas juga mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Menurutnya, ia ditabrak dengan kecepatan 80-100 KM/jam tanpa ada rem sedikitpun.
Selanjutnya, Dimas menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di Purwokerto itu agar bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat. Bahwa peristiwa tersebut terjadi hanya karena masalah sepele. Namun karena gelap mata dan hilangnya kesadaran sehingga bisa melakukan perbuatan yang bisa mengarah pada menghilangkan nyawa seseorang.
Setelah ditabrak, Dimas mengaku sempat terpelanting dan terseret hingga 15 meter. Dimas memilih melaporkan itu kepada pihak kepolisian karena menilai tindakan itu masuk dalam percobaan pembunuhan. Pihak kepolisian juga sudah menahan pelaku dan sudah mengakui bahwa perbuatannya adalah salah.
Sempat dilakukan mediasi, pelaku mengaku siap menanggung semua kerugian yang disebabkan. Namun, Dimas menjelaskan bahwa pelaku sendiri bukanlah dari keluarga yang berada. Mobil yang digunakan untuk menabrak itu sendiri masih dalam kondisi mencicil. Jika setuju berdamai, Dimas diiming-imingi akan diberikan rumah dan mobil.
"Mungkin ditaksir Rp 300 - Rp 400 juta. Belum saya tindak lanjuti, karena saya harus diskusikan dengan keluarga saya," ujar Dimas.
Sebelumnya, pihak keluarga besar pelaku sudah menemui Dimas di rumah sakit dan mengaku menyiapkan rumah dan mobil untuk ganti rugi. Bukan bermaksud membela diri, Dimas menyampaikan jika ia hanya menyampaikan sesuai apa yang terjadi di lapangan. Sekali lagi, Dimas menegaskan agar warganet tidak memperkeruh suasana agar ia juga bisa segera pulih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa