SuaraJogja.id - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan acara Talk Show Kesehatan Mental dalam rangkaian kegiatan FIP EXPO. Mengundang Psikolog Expert Reliver, Ni Made Putri Ariyanti, talk show tersebut membahas mengenai burnout sebagai salah satu bagian dari gangguan psikologi yang menyerang pelajar dan pekerja.
Dalam pembicaraan tersebut, Putri menjelaskan mengenai tanda-tanda terjadinya burnout hingga bagaimana cara untuk meredakannya. Pada 1973, burnout kali pertama ditemukan oleh seorang psikolog di Inggris. Burnout diibaratkan seperti gedung yang terbakar.
"Dari luar masih ada gedungnya, tapi di dalam sudah enggak ada isinya," terang Putri dalam webinar yang digelar Minggu (29/11/2020).
Pada 2019, WHO mengklasifikasikan burnout sebagai sindrom yang disebabkan oleh stres berat di tempat kerja dan belum bisa dikendalikan oleh orang tersebut. Dari banyak penelitian, Putri melihat banyaknya burnout yang disebabkan oleh kegiatan akademis.
Baca Juga: Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan Mental di Indonesia
Satu dari tiga ciri-ciri ketika seseorang mengalami burnout yakni merasa energinya terkuras. Dalam menghadapi beban kerja, mereka merasa tidak bisa melakukan apa-apa. Ciri kedua adalah sulit mengendalikan emosinya dan cenderung mudah marah. Terakhir, karena merasa lelah secara emosional, mereka menunda tugas yang seharusnya diselesaikan segera.
Orang yang mengalami burnout pada awal melakukan pekerjaan atau pendidikannya merasa bersemangat. Namun, saat terkena sindrom ini, orang tersebut akan bertingkah selayaknya robot. Tidak ada gairah atau rasa semangat untuk menjalani hari-hari. Selain itu, orang tersebut juga cenderung menarik diri dan menutup diri dari orang lain.
"Ada rasa memandang diri itu secara rendah dan negatif," terang Putri.
Seseorang yang menderita burnout cenderung kehilangan motivasi. Ia juga merasa semangatnya menurun dan memandang dirinya sebagai orang yang gagal. Sebab, ketika mengalami burnout, orang cenderung menurun tingkat produktivitasnya, sehingga memandang dirinya sebagai sosok yang gagal karena pekerjaan tidak kunjung selesai.
Tanda-tanda lain yang dimiliki orang dengan kondisi burnout adalah kelelahan secara fisik. Orang tersebut akan cenderung merasa lelah sepanjang waktu. Selain itu, orang yang mengalami burnout akan merasakan sakit, tetapi tidak bisa mendefinisikannya. Apa yang dirasakan serba tidak jelas dan tidak pasti.
Baca Juga: Videografis: Manfaat Lari Bagi Kesehatan Mental di Masa Pandemi
Selanjutnya, kondisi ini juga akan menurunkan imunitas tubuh karena adanya berbagai hormon yang terdampak. Orang yang mengalami burnout juga cenderung malas makan karena di dalam otaknya terus terpikirkan pekerjaan yang belum selesai, sehingga terkadang lupa untuk makan.
Berita Terkait
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
-
Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya
-
Hari Perempuan Sedunia 2025: Saatnya Percepat Aksi untuk Kesehatan Mental Perempuan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan