SuaraJogja.id - Tim Advokasi Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dari FPI resmi melaporkan kasus laskar FPI ditembak mati ke pengadilan HAM Den Haag, Belanda. Mereka melaporkan tragedi 7 Desember 2020 di Tol Japek KM 50 tersebut ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.
Laporan itu dilayangkan atas dasar bahwa dua kejadian tersebut dinilai sebagai pelanggaran HAM berat yang dilakukan aparat resmi negara.
Menurut tim advokasi korban, pelaporan tersebut resmi dilayangkan pada 16 Januari 2021.
Dalam laporan tersebut, tim advokasi meminta agar ICC, dengan segala kemampuan, mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi yang dilakukan aparatur negara terhadap warga negaranya sendiri.
Sementara itu, mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean, menilai bahwa hal tersebut adalah upaya yang sia-sia.
Selain itu, ia juga menilai, laporan tersebut tidak akan direspons. Sebab menurutnya, ICC adalah peradilan independen yang memiliki juridiksi terhadap individu yang diduga melakukan genosida, kejahatan terhadap kemanusian, dan atau kejahatan perang.
Menurutnya, Pengadilan Internasional bukan bekerja untuk menangani kasus yang menimpa anggota FPI, yang diduga melakukan perlawanan kepada petugas.
"Sebuah upaya sia-sia yang tak akan direspon. Pengadilan Internasional (ICC) adalah peradilan independen yang memiliki jurisdiksi terhadap individu yang diduga melakukan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan/atau kejahatan perang. Bukan untuk 6 laskar FPI yang justru melawan petugas," tulis Ferdinand dalam cuitannya.
Sejak diunggah pada Rabu (20/1/2021), cuitan Ferdinand mengenai usaha FPI yang dianggap sia-sia tersebut sudah disukai lebih dari 100 pengguna Twitter.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Laskar FPI Ditembak Mati Digugat ke Pengadilan HAM Belanda
Selain itu, ada puluhan lainnya yang ikut membagikan ulang.
Tidak sedikit juga yang memberikan tanggapan di kolom komentar.
"Sia sia tdk apa bang yang penting proposal dari sponsor bisa dicairkan," tulis akun @Bahri***.
"Cie cie ceritanya buat dunia internasional tergerak buat bantu fpi, tapi mereka lupa kalau nama fpi udah masuk daftar organisasi teroris & junjungannya juga sudah masuk daftar teroris. Mau ketawa guling-guling tapi lagi corona," komentar akun @R**.
"Gue yakin mreka akan semakin kejang-kejang semakin nyungsep sedalam-dalamnya dan ahkir kata berteriak-teriak tentang pengadilan allah," tanggapan akun @kowe****.
Sementara akun @Felici***** menyampaikan, "Yaela kalau gini minta tolong asing kopar kapir, lupa yah kemarin teriak-teriak anti."
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Buntut Dugaan Pelecehan, Kampus Telusuri Korban Lain
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati