- DPRD DIY memprotes keras pemotongan dana desa 58,03% oleh pemerintah pusat yang dialihkan ke program Koperasi Desa Merah Putih.
- Ketua Komisi A DPRD DIY menyatakan pengurangan dana desa mengancam pembangunan infrastruktur dasar dan program sosial prioritas.
- Pemda DIY terbatas kemampuannya menutupi kekurangan dana karena ruang fiskal daerah dan Danais mengalami penurunan signifikan.
SuaraJogja.id - Kebijakan pemerintah pusat untuk mengurangi alokasi dana desa dan mengalihkannya sebagian besar ke program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai protes keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.
Pemangkasan dana desa yang mencapai 58,03 persen ini dinilai tidak bijak dan berpotensi besar menghambat laju pembangunan yang selama ini telah berjalan di tingkat desa.
Infrastruktur dasar dan pelayanan publik yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat desa kini terancam menjadi korban.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, dengan tegas menyatakan bahwa dana desa seharusnya menjadi prioritas utama untuk memperkuat infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat desa.
"Desa butuh pembangunan, desa butuh dana untuk pemberdayaan masyarakat. Tidaklah bijak kalau kemudian dana desa direduksi. Harapannya minimal kembali seperti semula, syukur-syukur bisa naik," tandas Eko di Yogyakarta, Selasa (24/2/2026).
Baginya, desa dan kelurahan adalah garda terdepan dalam pelayanan publik sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi rakyat yang harus terus didukung.
Dampak paling nyata dari pengurangan dana desa ini, menurut Eko, akan langsung terasa pada sektor infrastruktur. Jalan desa, jalan usaha tani, akses antar sekolah, hingga penghubung pasar merupakan kebutuhan riil yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas ekonomi.
"Infrastruktur desa itu bukan proyek mewah. Jalan untuk pertanian, jalan antar sekolah, antar pasar, itu kebutuhan dasar. Kalau dana desa dikurangi, yang pertama terdampak ya pembangunan seperti itu," tegasnya.
Kondisi jalan yang berlubang atau rusak bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga secara langsung menekan produktivitas pertanian dan usaha kecil yang menjadi nadi perekonomian desa.
Baca Juga: Trans Jogja Terancam? Subsidi Dipangkas, Bus Jadi Billboard Berjalan
Pembangunan desa sangat bergantung pada akses infrastruktur yang layak, dan pemangkasan dana ini jelas menjadi pukulan telak.
Selain infrastruktur, dana desa dan dukungan anggaran daerah juga terbukti efektif dalam intervensi sosial yang krusial. Eko mencontohkan keberhasilan Kota Yogyakarta dalam menurunkan angka stunting.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp45 miliar pada tahun 2025, angka stunting berhasil ditekan dari 14,8 persen pada Desember 2024 menjadi 8,4 persen di tahun 2025.
"Artinya intervensi itu nyata. Kalau sekarang dana desa dikurangi, tentu kita khawatir program-program prioritas seperti ini ikut terganggu," ungkapnya.
Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa dana yang dialokasikan langsung ke desa dan kelurahan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Eko menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah DIY memang berupaya menutup kekurangan ini dengan mengalokasikan dana dari provinsi, termasuk melalui Dana Keistimewaan (Danais) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk kabupaten/kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi