- Satreskrim Polresta Sleman menetapkan tiga mantan pengurus BUKP Tempel sebagai tersangka kasus korupsi dana kredit periode 2014 hingga 2024.
- Modus operandi melibatkan pembuatan sekitar 200 nasabah fiktif serta penyalahgunaan dana angsuran untuk kepentingan pribadi para tersangka tersebut.
- Tindakan korupsi berjamaah ini mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp2,1 miliar berdasarkan hasil audit BPKP DIY.
SuaraJogja.id - Satreskrim Polresta Sleman menetapkan tiga mantan pengurus Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) Kapanewon Tempel sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 miliar.
Aksi rasuah yang diduga dilakukan secara berjamaah oleh mantan pengurus dan karyawan ini berlangsung selama satu dekade, terhitung sejak tahun 2014 hingga 2024.
Kasubnit I Unit IV Satreskrim Polresta Sleman Ipda Fajar Setiawan, menuturkan tiga tersangka yang telah ditetapkan masing-masing berinisial BH (57), mantan Ketua BUKP Tempel; RBH (29), mantan staf operasional; dan S (56), mantan pemegang kas atau kasir.
"Untuk penetapan tersangka kami lakukan tanggal 11 Mei 2026 berdasarkan hasil gelar perkara terhadap tiga tersangka," kata Fajar di Mapolresta Sleman, Selasa (26/5/2026).
Modus Kredit Fiktif dan Penyalahgunaan Angsuran
Disampaikan Fajar, BUKP Tempel merupakan lembaga yang dibentuk Pemerintah Provinsi DIY dengan dukungan modal dari APBD Provinsi DIY dan APBD Kabupaten Sleman. Tujuannya untuk membantu perekonomian masyarakat desa melalui layanan kredit yang mudah diakses.
Namun dalam praktiknya, penyidik menemukan dugaan penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama oleh para tersangka.
Modus yang digunakan antara lain mengajukan kredit menggunakan identitas atau nasabah fiktif, tidak menjalankan analisis kredit sesuai prosedur operasional standar, menggunakan uang angsuran nasabah untuk kepentingan pribadi, hingga menghapus rekening kredit tanpa prosedur yang sah.
"Dari peran ketiga tersangka ini, sesuai dengan jabatan masing-masing, memang dari sebenarnya dari mantan Ketua BUKP ini yang awalnya melakukan kredit fiktif. Kemudian dari kredit fiktif itu tentu dibantu oleh para karyawan," ungkapnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari
Menurut hasil penyelidikan, kredit yang telah disalurkan BUKP Tempel mencapai sekitar Rp3,1 miliar kepada 485 peminjam. Namun hampir seluruh kredit tersebut mengalami kemacetan.
Sekitar 200 Nasabah Diduga Fiktif
Dari hasil penelusuran lapangan, penyidik menemukan sekitar 200 nasabah yang diduga fiktif. Nama-nama tersebut diketahui hanya dipinjam menggunakan identitas orang lain yang sebenarnya tidak pernah mengajukan pinjaman ke BUKP Tempel.
"Sehingga dari hasil tersebut kita lakukan upaya penelusuran ke nasabah peminjam atau yang ada di BUKP Tempel tersebut, terdapat sekitar 200 nasabah yang fiktif. Jadi 200 nasabah ini menggunakan identitas dari orang lain yang sebenarnya tidak mengajukan pinjaman," ungkapnya.
Untuk mengusut perkara tersebut, polisi telah memeriksa sekitar 200 saksi, termasuk para nasabah yang identitasnya diduga digunakan tanpa sepengetahuan mereka.
Pemeriksaan pun turut dilakukan terhadap dokumen pengajuan kredit, pembukuan, hingga laporan keuangan BUKP Tempel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Dugaan Korupsi Tiga Mantan Pengurus BUKP Tempel Sleman, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Siap Lari di Mandiri Jogja Marathon 2026? Marriott Yogyakarta Hadirkan Paket Race & Rest Bagi Pelari
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran