Yohanes Endra | Muhammad Azy Aminullah
Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:22 WIB
Shinta Maharani saat Pelatihan Mobile Journalism (MoJo) di American Corner, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Istimewa).
Baca 10 detik
  • Kedutaan Besar AS menyelenggarakan pelatihan Mobile Journalism bagi 35 peserta di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 9 Juli 2026.
  • Pelatihan yang dipandu jurnalis Shinta Maharani ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital storytelling dan peliputan berbasis telepon pintar secara profesional.
  • Program ini merupakan bagian dari inisiatif Freedom 250 untuk mendukung pengembangan jurnalisme berkualitas di berbagai kota seluruh Indonesia.

SuaraJogja.id - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Kamis, 9 Juli 2026, menyelenggarakan Pelatihan Mobile Journalism (MoJo) di American Corner, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang diikuti oleh lebih dari 35 peserta.

Pelatihan ini mempertemukan jurnalis warga, jurnalis muda, dan pers mahasiswa untuk memperkuat kemampuan mereka dalam digital storytelling serta peliputan berbasis telepon pintar.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional yang dirancang untuk membekali generasi jurnalis Indonesia berikutnya dengan keterampilan praktis mobile journalism, sekaligus mendorong pentingnya pers yang bebas, independen, dan profesional.

Setelah sukses diselenggarakan di Jakarta dan Pontianak, program di Yogyakarta melanjutkan komitmen Misi Amerika Serikat dalam mendukung pelatihan media dan pengembangan profesional jurnalis di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari inisiatif Freedom 250 yang memperingati 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. “Melalui inisiatif seperti ini, Kedutaan Besar AS bangga dapat mendukung generasi baru jurnalis dan storytellers di Indonesia,” ujar Priya Mendelin, Wakil Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta. “Sebagai bagian dari program Freedom 250, lokakarya ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa kebebasan berekspresi, partisipasi warga, serta pers yang bebas dan profesional merupakan unsur penting dalam masyarakat demokratis. Kami berharap dapat terus melanjutkan kemitraan dengan komunitas media di seluruh Indonesia.”

Pelatihan ini dipandu oleh Shinta Maharani, jurnalis Tempo sekaligus alumni International Visitor Leadership Program (IVLP) 2024. Berbekal pengalamannya sebagai jurnalis dan peserta IVLP, Shinta membimbing peserta mempelajari dasar-dasar digital storytelling, peliputan yang beretika, serta produksi konten.

Peserta juga mendalami prinsip-prinsip verifikasi informasi, perlindungan narasumber, serta teknik wawancara isu sensitif bagi narasumber berisiko. Melalui berbagai latihan langsung, mereka mengembangkan cerita menggunakan telepon pintar dengan mengangkat isu-isu yang relevan di komunitas masing-masing.

Rangkaian Pelatihan Mobile Journalism Kedutaan Besar AS menargetkan sekitar 250 peserta di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari kampanye Freedom 250. Melalui pelatihan praktis dan penguatan jejaring dengan komunitas media lokal, inisiatif ini mendukung pengembangan jurnalisme yang berkualitas tinggi, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

Baca Juga: Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta

Load More