SuaraJogja.id - Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, gencar menyuarakan kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satu yang berulang kali ia soroti adalah mengenai dana Formula E, yang dinilai hingga saat ini gelap gulita keterangannya dan tidak jelas.
Melalui cuitannya, ia mendesak Anies untuk bisa menjabarkan ke mana larinya dana tersebut dan meminta masyarakat serta jajaran pemerintah lainnya menyoroti hal itu.
Melalui akun Twitter pribadinya, @FerdinandHaean3, ia mengunggah video yang ditujukan untuk Anies. Membahas mengenai dana Formula E, Ferdinand meminta agar para pendukung Anies bisa menyaksikan video itu hingga tuntas supaya bisa memahami masalah dan substansi pertanyaannya, yang mungkin juga mewakili jutaan rakyat mengenai dana Formula E.
"Pak Gub @aniesbaswedan tolong pendukungnya disuruh nonton hingga selesai supaya paham masalah dan substansi pertanyaan saya yang mungkin mewakili jutaan rakyat tentang dana Formula E. Supaya Pak Gub juga bisa memberi keterangan secara terbuka, bukan hanya bicara dana aman tanpa bukti," tulis Ferdinand dalam cuitannya.
Dalam video berdurasi 2 menit yang ia unggah, Ferdinand mengatakan bahwa dana yang ia ungkit itu masih tidak jelas. Dikabarkan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta telah membayarkan lisensi penyelenggaraan Formula E sebesar 31 juta poundsterling.
Musim 2019-2020, Pemprov membayar sebesar 20 juta poundsterling. Sedangkan acaranya sendiri disebut-sebut tidak terselenggara. Selanjutnya pada musim 2020-2021, Pemprov membayar sebagian dana senilai 11 juta poundsterling.
Faktanya, kata Ferdinand, federasi otomotif internasional telah mengeluarkan jadwal, dan Jakarta tidak masuk dalam agenda. Ferdinand mempertanyakan uang sebesar 31 juta poundsterling atau Rp560 M dilarikan ke mana.
"Nies, kau jawablah, kau transfer ke mana itu dana? Ke rekening siapa, atas nama siapa? Jelaskan," ujar Ferdinand.
Bukan hanya itu, Ferdinand juga menyoroti dana anggaran lainnya untuk menunjang penyelenggaraan ajang balapan tersebut, seperti anggaran untuk promosi, pembangunan sirkuit, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Tanyakan Dana Formula E, Ferdinand Hutahaean: Anies, Kau Transfer ke Mana?
Ia berharap, BPK bisa melakukan audit terhadap penyelenggaraan Formula E ini. Sebab sampai saat ini, belum ada pertanggungjawabannya, sedangkan APBD sudah berakhir.
Ferdinand mengaku menunggu rekomendasi dari BPK, apakah tindakan itu masuk dalam kategori yang tergolong dalam tindak pidana korupsi.
Ia juga meminta KPK untuk turun ke Jakarta menyelesaikan persoalan dana Formula E, yang disebut tidak berbentuk. Sementara saat ini, ada buzzer yang bekerja membangun opini dengan narasi konyol.
"Maka KPK sebagai pembasmi korupsi di negara ini harus turun ke Jakarta," imbuhnya.
Ia menekankan agar adanya surat dari Federasi Internasional bahwa dana tersebut dalam keadaan aman, begitu juga dengan kontrak penyelenggaraan jika memang agenda tersebut ditunda dan masih aman.
Sejak diunggah pada Kamis (21/1/2021), video tersebut sudah ditayangkan lebih dari 5.000 kali. Ada 900 lebih yang menekan tanda suka, dan 500 lainnya ikut membagikan. Beberapa juga memberikan komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup