SuaraJogja.id - Presiden Jokowi Senin (1/3/2021) pagi takziah ke mendiang Artidjo Alkostar sebelum melakoni serangkaian kunjungan kerja di DIY dan Jateng.
Tiba di komplek kampus UII Yogyakarta pukul 07.59, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam datang ditemani Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan beberapa stafnya.
Tak berlama-lama, Jokowi berserta rombongan kemudian langsung menuju ke dalam komplek masjid untuk mensolatkan almarhum Artidjo Alkostar.
Seusai mengikuti salat jenazah, Jokowi menyempatkan memberi komentar terkait sosok almarhum Artidjo Alkostar.
Ia menyebut, Indonesia telah kehilangan salah satu sosok terbaik. Sosok yang menurutnya sangat rajin, jujur dan memiliki integritas tinggi.
"Kemarin hari Minggu (28/2/2021). telah berpulang ke rahmatullah beliau bapak Artijo Alkostar. Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa, penegak hukum, hakim Agung, dewan pengawas KPK yahh sangat rajin, jujur, memiliki integritas tinggi," kata Jokowi.
Jokowi mendoakan, semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan tempat terbaik di sisiNYA.
"Atas nama pemerintah kami menyampaikan duka cita yang terdalam," kata dia.
Rektor UII Prof Fathul Wahid mengatakan, Artidjo merupakan teladan pemerintah dalam keberanian, konsistensi, integritas dan kesederhanaan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Takziah ke Pemakaman Artidjo Alkostar di UII Yogyakarta
"Walau sibuk di Jakarta, tapi masih ada waktu untuk mengajar di FH UII. Bagi beliau mengajar di UII adalah membayar hutang sejarah UII yang harus dilunasi," ucapnya.
Beliau menjaga teladan, komitmen dan insipirasi bagi mahasiswa, lanjut Fathul. Di kesempatan yang sama, ia mendoakan semoga mendiang dimudahkan Allah dalam perjalanan menuju surganya.
"Semoga pula kami yang ditinggalkan bisa meneladani dan sekali lagi dia milik bangsa ini, bukan hanya milik UII," terangnya.
Lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 22 Mei 1949 lalu, Artidjo Alkostar sudah mulai dikenal publik secara luas sebagai seorang hakim yang tegas pada kasus-kasus yang melibatkan nama-nama besar.
Seakan tak memiliki rasa takut, tidak sedikit orang-orang penting yang divonis berat akibat kejahatan yang dilakukannya. Setidaknya tercatat sejumlah lebih dari 19.000 berkas perkara sudah ditangani selama ia berkarir di dunia hukum.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit
-
Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat
-
Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih
-
'Beautiful Pain' Tayang di Jogja, Kisah Perjuangan Single Mother Sukses Bikin Penonton Tersentuh
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh