SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul telah memetakan refocusing Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di 2021 untuk penanganan Covid-19. Adanya refocusing tersebut mengancam sejumlah proyek pembangunan yang direncanakan pada 2021 ini. Kendati demikian, dua proyek yang baru saja dicanangkan untuk mulai pembangunan, yakni Taman Milenial dan pembangunan Aula Kodim akan tetap berjalan.
Keputusan untuk refocusing tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor SE2/PK/2021 tertanggal 8 Februari 2021.
Dalam surat tersebut anggaran yang mungkin terpangkas refocusing tidak hanya dari Dana Alokasi Umum (DAU) tapi juga Dana Bagi Hasil (DBH) dan penggunaan Dana Insentif Daerah (DID) 2021.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bantul, Isa Budi Hartomo menjelaskan, draft terkait dengan anggaran pembangunan mana saja yang akan di refocusing telah disusun.
Meski enggan mengungkapkan secara detail terkait isi draft tersebut, Isa memastikan jika kebutuhan dasar dan pemulihan perekonomian tetap akan berjalan.
"Untuk itu kami komunikasikan terus. Memang masih sebatas draft. Jangan sampai refocusing mengganggu urusan wajib," jelas Isa dihubungi wartawan, Rabu (3/3/2021)
Ia menjelaskan jika kebijakan refocusing itu memang berdampak pada pembangunan yang sudah direncanakan pada 2020 lalu. Namun tak seluruh proyek akan ditunda melihat dari skala prioritas. Seperti yang dilakukan Pemkab pada 2020 lalu, pemerintah melakukan pengalihan satu kegiatan ke kegiatan lainnya untuk mengatasi efek dari refocusing.
Kendati demikian, diakui Isa, jika usai adanya perintah refocusing dari pemerintah pusat ke daerah, Sekda Bantul telah mengeluarkan kebijakan menunda semua proses lelang proyek.
Berdasarkan website lpse.bantulkab.id, ada sekitar 18 proyek terpaksa dihentikan proses lelangnya. Dari 18 proyek, ada pembangunan taman milenial dan harus ditunda proses lelang.
Baca Juga: Tempati Rumdin Bupati Bantul, Halim Janji Jadikan Rumah Aspirasi
"Tidak hanya itu (taman milenial), kemarin kita sudah edarkan surat dari Sekda Bantul. Semua pengadaan sementara ditunda dulu," ujar Isa.
Berbanding terbalik dengan Isa, Sekda Bantul, Helmi Jamharis menjelaskan jika proyek Taman Milenial yang rencana dibangun di depan Kantor Satpol PP Bantul dan Aula Kodim bahwa proyek itu tetap berjalan.
“Itu jalan terus. Karena bagian prioritas untuk dipertahankan,” kata Helmi dihubungi wartawan.
Terkait dengan proses pembangunan taman milenial dan aula Kodim, menurut Helmi ada perjanjian tukar guling antara Pemkab Bantul dengan pihak Kodim.
"Lokasi eks lahan Kodim akan dimanfaatkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sedangkan Kodim butuh aula dan tempat serbaguna tentu ini kami tanggapi, serta bisa diselesaikan bersama," kata Helmi.
Disinggung terkait prioritas yang dimaksud, Helmi belum bisa mengungkapkan secara jelas skala prioritasnya. Namun, ia tidak menampik jika Pemkab akan berusaha agar proyek infrastruktur yang sudah masuk dalam pengadaan akan sebisa mungkin dipertahankan dan tidak dilakukan refocusing.
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja