Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Selasa, 30 Maret 2021 | 14:13 WIB
Pesawat di Yogyakarta International Airport alias Bandara YIA - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Hal itu terbukti pada jelang libur Natal & Tahun Baru 2020, ketika pemerintah hapus tes antibodi, pindah ke antigen. Termasuk pula ada pemangkasan masa berlaku hasil tes, dari semula 14 hari jadi 2 hari.

"[Saat itu] terjadi penumpukan penumpang di bandara, hingga akhir masa liburan," kata dia, dihubungi Suarajogja.id, Selasa.

Alvin menilai, dengan diberlakukannya GeNose menjelang traffic (lalu-lintas) mudik, seakan ingin mengulangi kejadian serupa.

"Bagaimana mengatur penumpang mana yang pakai GeNose dan mana yang antigen?," tuturnya.

Baca Juga: Alasan Pesawat Antonov Mendarat di YIA dan 4 Berita Top SuaraJogja

Perlu diperhatikan bahwa tes GeNose harus dilakukan di bandara pada hari keberangkatan dan hanya berlaku pada hari tersebut, lanjut dia. Yang demikian itu akan membuat penumpang datang ke bandara tiga sampai empat jam sebelum keberangkatan.

"Jumlah penumpang yang terkumpul di bandara, akan meningkat jauh di atas biasanya," kata dia.

Sementara untuk tes antigen, pada umumnya penumpang lakukan tes satu sampai dua hari sebelum keberangkatan dan dilakukan di luar bandara, sehingga tidak terjadi konsentrasi penumpang di bandara.

"Selisih biaya Antigen dengan GeNose signifikan, bisa sekitar Rp100.000 hingga Rp210.000. Godaan untuk berbondong-bondong pakai GeNose cukup besar," tambahnya.

Alvin menilai, pada umumnya orang akan menjalani tes sekedar untuk memenuhi persyaratan. Bukan soal pencegahan COVID-19, seperti juga banyak orang pakai masker agar tidak kena sanksi. Bukan soal tular-menular COVID-19. Maka, mereka pakai masker asal-asalan saja. Tidak menutup hidung, diplorot ke dagu dan sebagainya.

Baca Juga: Pesawat Antonov Mendarat di YIA, GM Angkasa Pura I: Ini Momen Penting

Alvin merasa ngeri membayangkan terjadi penumpukan penumpang di bandara jelang mudik. Ia meyakini, penumpang pasti stress dan ada tensi tinggi di sana, karena mereka tidak ingin ketinggalan pesawat.

Load More