SuaraJogja.id - Angkasa Pura I (AP I) bersiap menjalankan uji coba penggunaan GeNose C19, sebagai salah satu syarat perjalanan udara.
Pernyataan itu disampaikan oleh General Manager AP I Kolonel Pnb. Agus Pandu Purnama, Selasa (30/3/2021). Menyusul ditunjuknya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai satu dari empat bandara yang akan melakukan uji coba GeNose C19, 1 April 2021.
Pandu mengungkapkan, berdasarkan edaran dari Satgas COVID-19 Nomor 12 Tahun 2021 dinyatakan bahwa ada syarat-syarat untuk penumpang yang akan melakukan perjalanan.
"Salah satunya kami menggunakan GeNose 2 x 24 jam. Kami juga telah mengantisipasi terkait pelaksanaan penggunaan GeNose ini," kata dia.
Pada 18 Maret 2021, pihaknya sudah melakukan simulasi. Sehingga YIA siap melalukan pemeriksaan GeNose bagi seluruh penumpang yang akan menggunakan bandara YIA, 1 April mendatang.
"Untuk harga, memang belum ditetapkan oleh kantor pusat, namun kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per sekali pemeriksaan. Selain GeNose, nantinya kami juga melayani swab antigen, pelaku perjalanan udara bisa memilih," terangnya.
YIA total memiliki 6 unit alat GeNose, namun yang nanti akan digunakan untuk operasional hanya sebanyak 5 alat dan 1 alat untuk cadangan petugas.
"Ada sekitar 16 petugas yang sudah kami siapkan. Artinya, petugas siap melaksanakan penerima untuk penumpang sejak jam 4.00 WIB hingga 19.00 WIB," tuturnya.
Pihak bandara juga telah mengantisipasi perihal alur penumpang yang akan melaksanakan pemeriksaan, menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak dan lainnya.
Baca Juga: Alasan Pesawat Antonov Mendarat di YIA dan 4 Berita Top SuaraJogja
Sementara itu, pengamat Transportasi Udara Alvin Lie mengungkapkan, kebijakan itu berpotensi menimbulkan beban berlebih bagi operator bandara.
Hal itu terbukti pada jelang libur Natal & Tahun Baru 2020, ketika pemerintah hapus tes antibodi, pindah ke antigen. Termasuk pula ada pemangkasan masa berlaku hasil tes, dari semula 14 hari jadi 2 hari.
"[Saat itu] terjadi penumpukan penumpang di bandara, hingga akhir masa liburan," kata dia, dihubungi Suarajogja.id, Selasa.
Alvin menilai, dengan diberlakukannya GeNose menjelang traffic (lalu-lintas) mudik, seakan ingin mengulangi kejadian serupa.
"Bagaimana mengatur penumpang mana yang pakai GeNose dan mana yang antigen?," tuturnya.
Perlu diperhatikan bahwa tes GeNose harus dilakukan di bandara pada hari keberangkatan dan hanya berlaku pada hari tersebut, lanjut dia. Yang demikian itu akan membuat penumpang datang ke bandara tiga sampai empat jam sebelum keberangkatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM