Budi Arista Romadhoni
Rabu, 16 September 2026 | 10:23 WIB
Ilustrasi gempa bumi megathrust (pixabay)
Baca 10 detik
  • Peta ancaman gempa megathrust tahun 2024 menunjukkan terdapat 14 zona aktif dari Aceh hingga Indonesia timur yang berpotensi memicu guncangan kuat dan tsunami.
  • Para ahli dan BMKG menekankan bahwa informasi megathrust adalah potensi risiko, bukan prediksi waktu kejadian gempa yang dapat ditentukan secara pasti.
  • Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah minimnya kesiapsiagaan mitigasi, investasi bangunan tahan gempa, dan penguatan sistem peringatan dini bencana.

SuaraJogja.id - Peta ancaman gempa bumi megathrust di Indonesia sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Jauh sebelum tsunami Aceh 2004 menerjang dan menewaskan ratusan ribu orang, zona-zona sumber gempa besar di Indonesia telah menjadi bagian dari kajian para ahli.

Yang belum selesai justru pertanyaan yang jauh lebih penting: jika gempa besar itu suatu hari benar-benar terjadi, seberapa siap Indonesia menghadapinya?

Pakar gempa Universitas Gadjah Mada (UGM), Gayatri Indah Marliyani, mengingatkan pembahasan mengenai megathrust seharusnya tidak membuat masyarakat sibuk menebak kapan gempa besar akan terjadi.

Sebab, informasi mengenai megathrust merupakan potensi, bukan prediksi. Waktu terjadinya gempa tidak dapat ditentukan secara rinci.

“Tujuan pembicaraan mengenai megathrust seharusnya bukan membuat masyarakat bertanya, ‘Kapan gempa besar itu terjadi?’, tetapi mengubah pertanyaannya menjadi, ‘Kalau suatu saat terjadi, apakah kita sudah siap?’” ujar Gayatri dikutip dari BBC Indonesia.

Pertanyaan itu menjadi penting karena Indonesia berada di kawasan tektonik yang sangat aktif. Wilayah Indonesia berada di persimpangan tiga lempeng tektonik aktif dunia, yakni Lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia.

Di sejumlah wilayah, pertemuan lempeng tersebut membentuk zona subduksi atau megathrust. Di sanalah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya dan secara perlahan menyimpan energi tektonik.

14 Zona dalam Peta Ancaman

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 zona megathrust yang berpotensi berdampak terhadap Indonesia.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan

Peta tersebut membentang dari kawasan Aceh hingga Indonesia timur.

Zona tersebut antara lain Megathrust Aceh-Andaman dengan potensi magnitudo maksimum M9,2, Nias-Simeulue M8,7, Batu M7,8, Mentawai-Siberut M8,9, Mentawai-Pagai M8,9, Enggano M8,9, Jawa M9,1, Jawa bagian barat M8,9, Jawa bagian timur M8,9, Sumba M8,9, Sulawesi Utara M8,5, Palung Cotabato M8,3, Filipina Selatan M8,2, dan Filipina Tengah M8,1.

Infografis peta 14 zona Megathrust di Indonesia.

Namun, deretan angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai jadwal kapan gempa akan terjadi.

Gayatri menegaskan luasnya sistem megathrust membuat Indonesia tidak bisa menunjuk satu “titik” yang sedang menunggu pecah.

Beberapa segmen memang mendapatkan perhatian lebih karena dalam catatan sejarah belum mengalami gempa besar dalam waktu relatif lama. Kondisi semacam itu dikenal sebagai seismic gap.

Tetapi seismic gap, menurut Gayatri, bukanlah jam hitung mundur.

Load More