- Peta ancaman gempa megathrust tahun 2024 menunjukkan terdapat 14 zona aktif dari Aceh hingga Indonesia timur yang berpotensi memicu guncangan kuat dan tsunami.
- Para ahli dan BMKG menekankan bahwa informasi megathrust adalah potensi risiko, bukan prediksi waktu kejadian gempa yang dapat ditentukan secara pasti.
- Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah minimnya kesiapsiagaan mitigasi, investasi bangunan tahan gempa, dan penguatan sistem peringatan dini bencana.
“Seismic gap pun bukan jam hitung mundur. Ia membantu kita mengidentifikasi wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kajian bahaya dan mitigasi,” katanya.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut seluruh segmen di zona megathrust memiliki potensi gempa besar. Namun, BMKG memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah, antara lain Mentawai-Siberut, Selat Sunda, dan Sumba.
Pada segmen Mentawai-Siberut, potensi dampaknya dapat dirasakan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Bengkulu.
Sementara segmen Selat Sunda yang masuk dalam sistem Jawa bagian barat menjadi perhatian karena dampaknya dapat menjangkau Banten, Jawa Barat, bahkan Jakarta.
Untuk Jakarta, Wijayanto menyebut gempa dari segmen tersebut berpotensi dirasakan dengan intensitas V-VI MMI. Dalam skenario tertentu, tsunami minor dengan status waspada atau kurang dari 0,5 meter juga dapat mencapai pesisir utara Jakarta sekitar tiga jam setelah gempa.
Namun, kondisi tersebut merupakan gambaran potensi dampak, bukan ramalan kejadian.
BMKG, kata Wijayanto, tetap memantau aktivitas kegempaan di seluruh Indonesia selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, baik gempa yang bersumber dari megathrust maupun sesar aktif lainnya.
Dari Guncangan hingga Tsunami
Megathrust sendiri bukan fenomena yang baru muncul. Kepala Laboratorium Geologi Dinamik UGM, Gayatri Indah Marliyani, menjelaskan zona tersebut telah terbentuk selama jutaan tahun sebagai bagian dari sistem tektonik Indonesia.
Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
Lempeng tektonik terus bergerak beberapa sentimeter setiap tahun. Pada zona subduksi, sebagian bidang kontak antarlempeng dapat terkunci akibat gesekan.
Meski terkunci, pergerakan lempeng terus berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan deformasi dan akumulasi tegangan.
Ketika tegangan telah melampaui kekuatan gesekan pada bidang patahan, bagian yang terkunci dapat bergeser secara tiba-tiba. Pelepasan energi itulah yang menghasilkan gempa.
“Jadi sebenarnya tidak diperlukan sebuah ‘pemicu’ khusus dari luar,” jelas Gayatri.
Peneliti Ahli Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan risiko megathrust tidak berhenti pada guncangan.
Karena bidang megathrust berada di bawah laut dan memiliki pola pergeseran naik, deformasi dasar laut dapat mendorong massa air dalam jumlah besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia