Budi Arista Romadhoni
Rabu, 16 September 2026 | 10:23 WIB
Ilustrasi gempa bumi megathrust (pixabay)
Baca 10 detik
  • Peta ancaman gempa megathrust tahun 2024 menunjukkan terdapat 14 zona aktif dari Aceh hingga Indonesia timur yang berpotensi memicu guncangan kuat dan tsunami.
  • Para ahli dan BMKG menekankan bahwa informasi megathrust adalah potensi risiko, bukan prediksi waktu kejadian gempa yang dapat ditentukan secara pasti.
  • Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah minimnya kesiapsiagaan mitigasi, investasi bangunan tahan gempa, dan penguatan sistem peringatan dini bencana.

“Seismic gap pun bukan jam hitung mundur. Ia membantu kita mengidentifikasi wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kajian bahaya dan mitigasi,” katanya.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut seluruh segmen di zona megathrust memiliki potensi gempa besar. Namun, BMKG memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah, antara lain Mentawai-Siberut, Selat Sunda, dan Sumba.

Pada segmen Mentawai-Siberut, potensi dampaknya dapat dirasakan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Bengkulu.

Sementara segmen Selat Sunda yang masuk dalam sistem Jawa bagian barat menjadi perhatian karena dampaknya dapat menjangkau Banten, Jawa Barat, bahkan Jakarta.

Untuk Jakarta, Wijayanto menyebut gempa dari segmen tersebut berpotensi dirasakan dengan intensitas V-VI MMI. Dalam skenario tertentu, tsunami minor dengan status waspada atau kurang dari 0,5 meter juga dapat mencapai pesisir utara Jakarta sekitar tiga jam setelah gempa.

Namun, kondisi tersebut merupakan gambaran potensi dampak, bukan ramalan kejadian.

BMKG, kata Wijayanto, tetap memantau aktivitas kegempaan di seluruh Indonesia selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, baik gempa yang bersumber dari megathrust maupun sesar aktif lainnya.

Dari Guncangan hingga Tsunami

Ilustrasi Tsunami.[Pixabay/KELLEPICS]

Megathrust sendiri bukan fenomena yang baru muncul. Kepala Laboratorium Geologi Dinamik UGM, Gayatri Indah Marliyani, menjelaskan zona tersebut telah terbentuk selama jutaan tahun sebagai bagian dari sistem tektonik Indonesia.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan

Lempeng tektonik terus bergerak beberapa sentimeter setiap tahun. Pada zona subduksi, sebagian bidang kontak antarlempeng dapat terkunci akibat gesekan.

Meski terkunci, pergerakan lempeng terus berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan deformasi dan akumulasi tegangan.

Ketika tegangan telah melampaui kekuatan gesekan pada bidang patahan, bagian yang terkunci dapat bergeser secara tiba-tiba. Pelepasan energi itulah yang menghasilkan gempa.

“Jadi sebenarnya tidak diperlukan sebuah ‘pemicu’ khusus dari luar,” jelas Gayatri.

Peneliti Ahli Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan risiko megathrust tidak berhenti pada guncangan.

Karena bidang megathrust berada di bawah laut dan memiliki pola pergeseran naik, deformasi dasar laut dapat mendorong massa air dalam jumlah besar.

Load More