- Widiyaskoro Wibowo mendirikan wadah Difakreasi Mandiri sejak tahun 2023 di Yogyakarta untuk memasarkan produk UMKM difabel secara online.
- Muryati, seorang penjahit asal Yogyakarta, mengikuti pelatihan membatik pada Rabu, 16 September 2026, untuk menambah penghasilan katering pakaiannya yang sepi.
- Dinas Sosial DIY berencana memamerkan karya batik para difabel pada peringatan Hari Disabilitas Nasional di Bandara YIA Desember 2026.
SuaraJogja.id - Keterbatasan fisik tidak selalu berarti keterbatasan untuk berkarya. Di tengah akses pekerjaan yang belum selalu ramah bagi penyandang disabilitas, sebagian memilih menciptakan jalan sendiri.
Mereka lebih banyak bekerja dari rumah, memanfaatkan teknologi digital, hingga mencoba keterampilan baru yang bisa menjadi sumber penghasilan di tengah kerasnya kehidupan di Yogyakarta.
Sebut saja Widiyaskoro Wibowo, laki-laki 57 tahun dari Bantul yang mencari rejeki di bidang digital marketing. Dengan kursi roda yang selalu dibawanya, Widiyaskoro ikut membantu teman-teman penyandang disabilitas memasarkan produk mereka di berbagai marketplace.
Sejak 2023, ia mulai serius mempelajari digital marketing karena tak banyak perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan. Dari pengalaman tersebut, lahirlah Difakreasi Mandiri, sebuah wadah yang membantu memasarkan produk UMKM karya penyandang disabilitas secara online.
Produk yang dipasarkan beragam. Mulai makanan seperti emping, kerek, kerak nasi, jajanan pasar, hingga rempeyek. Ada pula kerajinan seperti boneka rajut, keset, dan produk berbahan batik.
"Yang pasti semua dibuat oleh teman-teman disabilitas," kata Widiyaskoro dalam membatik bersama 100 difabel di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, dunia digital membuka peluang yang sebelumnya sulit dijangkau. Penyandang disabilitas tidak selalu harus memiliki lapak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengenalkan produknya.
"Sebetulnya peluangnya sangat besar. Kita bisa mengangkat nama kita dengan jangkauan yang jauh lebih luas. Kita tidak perlu harus sewa lapak, secara online kita bisa memperkenalkan produk kita," ujarnya.
Bagi Widiyaskoro, persoalannya bukan sekadar bagaimana menghasilkan sebuah produk. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut bisa sampai kepada konsumen.
Baca Juga: Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
Ia melihat banyak teman penyandang disabilitas sebenarnya memiliki kemampuan untuk membuat makanan maupun kerajinan. Namun tidak semuanya memiliki kemampuan yang sama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.
"Teman-teman juga banyak yang memiliki keterbatasan dalam dunia digital marketing," katanya.
Karena itu, ia memilih mengambil peran di bagian pemasaran. Produk dibuat oleh teman-temannya, sementara ia membantu memperluas jangkauan pasar melalui kanal online.
Saat ini dia bahkan tengah merintis agar produk-produk tersebut bisa dipasarkan melalui kegiatan seperti Sunday Morning (sunmor) di UGM maupun lokasi lainnya.
Bagi Widiyaskoro, bekerja bukan hanya persoalan mendapatkan penghasilan. Aktivitas tersebut juga menjadi cara untuk membuka kesempatan bagi dirinya dan teman-teman disabilitas lainnya agar tetap produktif.
Pendapatannya memang belum besar dan belum selalu tetap. Namun, menurutnya, hasil yang diperoleh sejauh ini cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM