- Penyedia les privat Edufio di Yogyakarta mencatat 23 kelas persiapan UTUL UGM dan 25 kelas UTBK SNBT.
- Edufio mengelola total 82 kelas seleksi di Yogyakarta, termasuk persiapan CPNS, tes kedinasan, dan psikotes.
- Edufio mengerahkan lebih dari 11.000 tutor terverifikasi untuk mengajar langsung ke rumah siswa di berbagai wilayah DIY.
SuaraJogja.id - Ada satu angka yang menjelaskan kedudukan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kotanya sendiri dengan lebih terang daripada peringkat mana pun. Di Yogyakarta, permintaan pendampingan untuk ujian mandiri satu kampus itu hampir menyamai permintaan untuk jalur nasional yang dipakai seluruh Indonesia.
Hitungan itu datang dari catatan kelas Edufio. Penyedia les privat Jogja ini sedang menjalankan 23 kelas persiapan UTUL UGM di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada periode yang sama, kelas persiapan UTBK SNBT berjumlah 25.
Selisihnya dua kelas. Satu jalur diperebutkan calon mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, satu lagi hanya membuka pintu ke satu kampus di Bulaksumur.
“Kalau kami menghitungnya lebih awal, mungkin kami tidak percaya,” kata Yustika Tri Sugiyarti, Education Lead Edufio. “Tetapi begitu dilihat dari sisi keluarga Jogja, masuk akal. Bagi banyak anak di sini, UGM itu kampus yang setiap hari mereka lewati. Cita-citanya punya alamat.”
Kelas yang isinya berbeda, meski nama ujiannya bertetangga
Menurut Yustika, dua jalur itu menuntut pendampingan yang berlainan, dan itu sebabnya keduanya dijalankan sebagai program terpisah.
“UTBK menguji penalaran dan literasi dengan pola yang sudah punya bank soal bertahun-tahun,” katanya. “Sedangkan les privat UTUL UGM menuntut penguasaan materi mata pelajaran yang lebih dalam, dan pola soalnya khas kampus itu. Anak yang menyiapkan keduanya sekaligus perlu jadwal yang disusun rapi, supaya dua pola soal itu tertata di kepalanya.”
Musim ujian di Jogja berlanjut sesudah bangku sekolah
Di luar dua jalur masuk kampus itu, catatan Edufio memperlihatkan permintaan yang berlanjut ke usia dewasa. Ada 12 kelas persiapan CPNS yang sedang berjalan, empat kelas tes kedinasan, dan 12 kelas psikotes yang terbagi antara keperluan akademik dan seleksi kerja. Seluruh kategori tes seleksi menyumbang 82 kelas berjalan.
Baca Juga: Anggaran BNPB Terus Menyusut, Pakar Sebut Indonesia Bisa Terjebak dalam Siklus Respons Bencana
Susunan itu memberi gambaran tentang siapa saja yang sedang bersiap ujian di Yogyakarta pada saat bersamaan. Ada siswa SMA yang mengejar Bulaksumur, ada sarjana yang baru lulus dan menyiapkan seleksi pegawai negeri, ada pekerja yang menghadapi psikotes untuk pindah karier.
“Sebutkan kota pelajar biasanya dibayangkan berhenti di mahasiswa,” kata Yustika. “Yang kami lihat dari daftar kelas, orang di Jogja kembali belajar setiap kali ada pintu yang harus dibuka lewat ujian.”
Bagaimana satu anak dipertemukan dengan satu guru
Program sepadat itu bersandar pada kolam pengajar yang besar. Edufio mencatat lebih dari 11.000 tutor terverifikasi dan 1.495 kelas yang sedang berjalan di seluruh DIY.
Ukuran kolam itulah yang menentukan mutu pencocokan. Sistem Edufio menimbang jarak tempuh dari rumah tutor ke rumah siswa, mata pelajaran, jenjang, lalu gaya belajar anak. Ketika kandidat yang tersedia hanya sedikit, tiga pertimbangan pertama biasanya sudah menghabiskan pilihan, dan gaya belajar anak menjadi hal yang terpaksa dikorbankan.
“Anak yang cepat bosan butuh guru dengan ritme berbeda dari anak yang butuh diulang pelan,” kata Yustika. “Membedakan keduanya itu pekerjaan yang mustahil kalau kandidatnya cuma dua orang. Karena itu kami bekerja keras di sisi jumlah, supaya di sisi kecocokan kami punya ruang untuk memilih.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja