- Penyedia les privat Edufio di Yogyakarta mencatat 23 kelas persiapan UTUL UGM dan 25 kelas UTBK SNBT.
- Edufio mengelola total 82 kelas seleksi di Yogyakarta, termasuk persiapan CPNS, tes kedinasan, dan psikotes.
- Edufio mengerahkan lebih dari 11.000 tutor terverifikasi untuk mengajar langsung ke rumah siswa di berbagai wilayah DIY.
SuaraJogja.id - Ada satu angka yang menjelaskan kedudukan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kotanya sendiri dengan lebih terang daripada peringkat mana pun. Di Yogyakarta, permintaan pendampingan untuk ujian mandiri satu kampus itu hampir menyamai permintaan untuk jalur nasional yang dipakai seluruh Indonesia.
Hitungan itu datang dari catatan kelas Edufio. Penyedia les privat Jogja ini sedang menjalankan 230 kelas persiapan UTUL UGM di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada periode yang sama, kelas persiapan UTBK SNBT berjumlah 250.
Selisihnya dua kelas. Satu jalur diperebutkan calon mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, satu lagi hanya membuka pintu ke satu kampus di Bulaksumur.
“Kalau kami menghitungnya lebih awal, mungkin kami tidak percaya,” kata Yustika Tri Sugiyarti, Education Lead Edufio. “Tetapi begitu dilihat dari sisi keluarga Jogja, masuk akal. Bagi banyak anak di sini, UGM itu kampus yang setiap hari mereka lewati. Cita-citanya punya alamat.”
Kelas yang isinya berbeda, meski nama ujiannya bertetangga
Menurut Yustika, dua jalur itu menuntut pendampingan yang berlainan, dan itu sebabnya keduanya dijalankan sebagai program terpisah.
“UTBK menguji penalaran dan literasi dengan pola yang sudah punya bank soal bertahun-tahun,” katanya. “Sedangkan les privat UTUL UGM menuntut penguasaan materi mata pelajaran yang lebih dalam, dan pola soalnya khas kampus itu. Anak yang menyiapkan keduanya sekaligus perlu jadwal yang disusun rapi, supaya dua pola soal itu tertata di kepalanya.”
Musim ujian di Jogja berlanjut sesudah bangku sekolah
Di luar dua jalur masuk kampus itu, catatan Edufio memperlihatkan permintaan yang berlanjut ke usia dewasa. Ada 120 kelas persiapan CPNS yang sedang berjalan, empat kelas tes kedinasan, dan 120 kelas psikotes yang terbagi antara keperluan akademik dan seleksi kerja. Seluruh kategori tes seleksi menyumbang 820 kelas berjalan.
Baca Juga: Anggaran BNPB Terus Menyusut, Pakar Sebut Indonesia Bisa Terjebak dalam Siklus Respons Bencana
Susunan itu memberi gambaran tentang siapa saja yang sedang bersiap ujian di Yogyakarta pada saat bersamaan. Ada siswa SMA yang mengejar Bulaksumur, ada sarjana yang baru lulus dan menyiapkan seleksi pegawai negeri, ada pekerja yang menghadapi psikotes untuk pindah karier.
“Sebutkan kota pelajar biasanya dibayangkan berhenti di mahasiswa,” kata Yustika. “Yang kami lihat dari daftar kelas, orang di Jogja kembali belajar setiap kali ada pintu yang harus dibuka lewat ujian.”
Bagaimana satu anak dipertemukan dengan satu guru
Program sepadat itu bersandar pada kolam pengajar yang besar. Edufio mencatat lebih dari 11.000 tutor terverifikasi dan 1.495 kelas yang sedang berjalan di seluruh DIY.
Ukuran kolam itulah yang menentukan mutu pencocokan. Sistem Edufio menimbang jarak tempuh dari rumah tutor ke rumah siswa, mata pelajaran, jenjang, lalu gaya belajar anak. Ketika kandidat yang tersedia hanya sedikit, tiga pertimbangan pertama biasanya sudah menghabiskan pilihan, dan gaya belajar anak menjadi hal yang terpaksa dikorbankan.
“Anak yang cepat bosan butuh guru dengan ritme berbeda dari anak yang butuh diulang pelan,” kata Yustika. “Membedakan keduanya itu pekerjaan yang mustahil kalau kandidatnya cuma dua orang. Karena itu kami bekerja keras di sisi jumlah, supaya di sisi kecocokan kami punya ruang untuk memilih.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi