- Pemda DIY menjajaki kerja sama pengiriman sperma sapi unggul dari Selandia Baru untuk mengatasi keterbatasan lahan peternakan.
- Gubernur DIY dan Dubes Selandia Baru membahas rencana pembentukan hubungan sister province di Komplek Kepatihan Yogyakarta pada Jumat.
- Kedutaan Besar Selandia Baru akan mengkaji provinsi mitra yang sesuai untuk mengembangkan berbagai sektor termasuk peternakan dan agrikultur.
SuaraJogja.id - Kebutuhan daging sapi di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, terus menjadi persoalan di tengah keterbatasan lahan untuk pengembangan peternakan. Bahkan konsumen daging sapi di Jawa diperkirakan mencapai 150 juta orang.
Kondisi itu mendorong Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru. Salah satunya melalui pengiriman sperma sapi unggul untuk dikembangkan bersama sapi lokal.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) DIY, Gofar Ismail usai pertemuan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Jumat (11/9/2026) mengatakan peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan keduanya.
Menurut Gofar, kebutuhan daging sapi di Indonesia sangat besar. Namun kemampuan produksi ternak, terutama di Jawa, terbentur persoalan keterbatasan lahan.
"Kita tidak mungkin mengembangkan peternakan sapi karena lahan kita yang terbatas di Jawa. Sementara konsumen daging sapi di Jawa ini mencapai 150 juta orang," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan sapi untuk memenuhi konsumsi masyarakat harus didatangkan dari daerah lain maupun negara lain, termasuk Selandia yang merupakan produsen dan eksportir daging sapi dan susu terbesar di dunia.
Namun opsi mendatangkan sapi hidup dari Selandia Baru dinilai bukan pilihan yang mudah. Selain persoalan kebijakan, biaya pengiriman sapi hidup dari negara yang secara geografis cukup jauh juga sangat mahal dan memiliki risiko selama perjalanan.
Karena itu, salah satu solusi yang mulai dijajaki adalah pengiriman semen atau sperma sapi jantan unggul dari Selandia Baru untuk digunakan dalam program pembiakan sapi lokal di Indonesia.
"Dengan keterbatasan lahan kita paling memungkinkan melakukan pengiriman sperma sapi dari New Zealand(Selandia Baru-red) ke sini. Itu akan lebih mudah daripada mengirim sapi hidup," paparnya.
Ia menjelaskan, sperma sapi unggul tersebut nantinya dapat digunakan untuk membuahi sapi betina lokal. Hasilnya diharapkan menghasilkan sapi persilangan dengan kualitas yang lebih baik.
"Yang nanti jadi blasteran, jadi sapi Indo," ujarnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada kepastian kapan pengiriman sperma sapi akan dilakukan maupun bagaimana teknis pelaksanaannya.
Gofar mengatakan, sesuai arahan Gubernur, kerja sama tersebut terlebih dahulu akan diarahkan melalui skema sister province antara DIY dan salah satu provinsi di Selandia Baru.
Kerja sama sister province nantinya tidak hanya menyasar sektor peternakan. Agrikultur, pendidikan, hingga kebudayaan juga terbuka untuk dikembangkan.
"Pelaksanaan secara teknisnya belum, karena ini masih penjajakan awal. Menurut arahan Bapak Gubernur, paling mudah itu dengan jalan sistem provinsi dulu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja