Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 11 September 2026 | 17:53 WIB
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Pemda DIY menjajaki kerja sama pengiriman sperma sapi unggul dari Selandia Baru untuk mengatasi keterbatasan lahan peternakan.
  • Gubernur DIY dan Dubes Selandia Baru membahas rencana pembentukan hubungan sister province di Komplek Kepatihan Yogyakarta pada Jumat.
  • Kedutaan Besar Selandia Baru akan mengkaji provinsi mitra yang sesuai untuk mengembangkan berbagai sektor termasuk peternakan dan agrikultur.

Sementara Philip membenarkan pihaknya tengah menjajaki kemungkinan memperluas kerja sama dengan DIY di tingkat provinsi. Berbagai potensi kerja sama, termasuk kemungkinan membangun hubungan sister province dengan salah satu provinsi di Selandia Baru.

"Kami bicara mengenai beberapa hal, seperti bagaimana New Zealand bersama daerah Jogja bisa bekerja sama. Termasuk kemungkinan ada provinsi di New Zealand yang bisa menjadi sister province bersama Jogja," kata Philip.

Menurut dia, sejumlah sektor berpotensi dikembangkan melalui kerja sama tersebut. Mulai dari kultur, akuakultur, investasi hingga bidang lainnya seperti penanganan bencana. Untuk tahap berikutnya, Kedutaan Besar Selandia Baru akan mencari provinsi yang dinilai paling sesuai untuk menjadi mitra DIY.

"Kami akan mencoba mencari suatu provinsi di New Zealand yang mungkin cocok untuk follow up bersama staf Bapak Gubernur mengenai ide sister province itu," ujarnya.

Philip mengatakan, selama ini kerja sama Selandia Baru dan Indonesia memang sudah berjalan di berbagai sektor. Namun, sebagian besar masih berada pada tingkat nasional.

"Kerja sama New Zealand dan Indonesia antara lain di bidang agrikultur, energi baru terbarukan, dan pendidikan," katanya.

Dengan populasi Selandia Baru yang hanya sekitar lima juta orang, Philip menyebut negaranya memiliki kapasitas yang terbatas. Karena itu, pihaknya harus menentukan sektor dan wilayah yang paling potensial untuk dikembangkan bersama DIY.

"Jogja adalah kandidat yang baik bagi kami untuk mencoba mencari peluang lain untuk lebih banyak terlibat," katanya.

Ia juga melihat adanya potensi kerja sama di sektor teknologi dan industri pertanian yang sebelumnya dibahas bersama Gubernur DIY.

Baca Juga: Satu Orang di Gunungkidul Meninggal dan Puluhan Lainnya Tertular Antraks Usai Konsumsi Daging Sapi Mati Akibat Sakit

Namun, Philip menegaskan pihaknya masih perlu melakukan kajian lebih lanjut sebelum menentukan provinsi di Selandia Baru yang akan menjadi mitra DIY.

"Kami harus melakukan pekerjaan rumah sebagai kedutaan untuk menentukan tempat terbaik yang menjadi fokus kerja sama," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More