Budi Arista Romadhoni
Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB
Antrian BBM Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Kabupaten Gunungkidul mengajukan tambahan kuota BBM ke Pemda DIY akibat migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite.
  • Konsumsi Pertalite di DIY meningkat signifikan hingga mencapai tujuh persen setiap bulan berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga.
  • Pemda DIY sedang menganalisis pengajuan kuota dan menerapkan efisiensi kendaraan dinas guna mengantisipasi kelangkaan bahan bakar.

SuaraJogja.id - Migrasi pengguna Bahan Bakar MInyak (BBM) nonsubsidi Pertamax ke BBM subsidi Pertalite mulai terasa di DIY. Gunungkidul disebut meminta tambahan stok BBM ke Pemda DIY seiring meningkatkannya konsumsi di DIY yang mencapai 6-7 persen setiap bulan selama beberapa waktu terakhir.

"Baru Gunungkidul yang mengajukan tambahan kuota[BBM] sampai saat ini," Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Made mengatakan surat pengajuan penambahan kuota BBM tersebut sudah didisposisi. Namun, Pemda DIY masih menunggu hasil analisis dari Biro Ekonomi dan PU-PESDM untuk menentukan apakah tambahan kuota memang diperlukan dan berapa besarannya.

"Biasanya setelah ada pengajuan kuota dari kabupaten/kota karena tiap wilayah kan diberi kuota, nanti dilihat berapa yang akan diberikan. Namun, saat ini belum ada laporan resmi ke saya, tapi suratnya sudah saya disposisi," jelasnya.

Menurut Made, pengajuan Gunungkidul pada dasarnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan normal masyarakat. Mekanisme pengajuan tambahan kuota juga bukan sesuatu yang baru.

"Biasanya Pertamina memberikan alokasi stok daerah sekian, lalu kita tanggapi dan tindak lanjuti apakah perlu penambahan atau tidak, nanti ada analisisnya," ujarnya.

Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga, konsumsi Pertalite di DIY naik 6 persen pada Juni 2026 secara month-to-month. Kenaikan kembali terjadi pada Juli 2026 hingga mencapai 7,6 persen.

Sedangkan dari data konsumsi, volume Pertalite pada Juli 2026 mencapai 48.976 kiloliter. Angka tersebut meningkat dibandingkan 45.512 kiloliter pada Mei 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap konsumsi Pertalite semakin besar. Apalagi, kenaikan konsumsi disebut berkaitan dengan migrasi pengguna BBM nonsubsidi setelah terjadi penyesuaian harga Pertamax.

Baca Juga: Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya

Karenanya Made memastikan Pemda DIY terus berkomunikasi dengan Pertamina untuk memantau konsumsi sekaligus ketersediaan stok BBM. Dengan demikian tidak ada kelangkaan ataupun antrian panjang seperti di daerah-daerah lain.

"Pertamina juga rutin memberikan laporan. Kami di Biro Ekonomi memantau dari sisi pemakaian dan ketersediaan stok," katanya.

Terkait kemungkinan penambahan kuota Pertalite untuk DIY tahun ini, Made menyebut tidak menutup peluang tersebut.

"Kalau melihat pengajuannya ada potensi, tapi kita lihat dulu hasil analisis dari Biro Ekonomi," katanya.

Selain membuka kemungkinan penambahan kuota, Pemda DIY juga mendorong efisiensi penggunaan kendaraan. Made menyatakan, salah satu wacana yang pernah didorong adalah "Jumat Tanpa Kendaraan".

Namun Made mengakui kebijakan tersebut memiliki dampak berantai yang harus dipersiapkan. Diantaranya ruang parkir hingga kesiapan transportasi umum seperti Trans Jogja.

Load More