Budi Arista Romadhoni
Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB
Antrian BBM Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Kabupaten Gunungkidul mengajukan tambahan kuota BBM ke Pemda DIY akibat migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite.
  • Konsumsi Pertalite di DIY meningkat signifikan hingga mencapai tujuh persen setiap bulan berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga.
  • Pemda DIY sedang menganalisis pengajuan kuota dan menerapkan efisiensi kendaraan dinas guna mengantisipasi kelangkaan bahan bakar.

"Kalau efisiensi, dari kemarin-kemarin kita sudah dorong. Mulai dari imbauan efisiensi penggunaan kendaraan, hingga wacana Jumat Tanpa Kendaraan," ungkapnya.

Untuk kendaraan dinas, efisiensi mulai diterapkan dengan mendorong penggunaan kendaraan bersama. Misalnya saat mendampingi kunjungan Gubernur DIY, para kepala dinas tidak perlu membawa kendaraan masing-masing.

"Contohnya, saat mendampingi kunjungan Gubernur, kepala dinas tidak perlu membawa mobil sendiri-sendiri, tapi naik kendaraan bersama seperti HiAce," ungkapnya.

Sementara itu Larasati, salah seorang tukang ojek online (ojol) merasakan antrian panjang di SPBU di Kota Yogyakarta, khususnya di jalur Pertalite. Meski tak sampai berjam-jam, pengguna Pertamax yang migrasi ke Pertalite itu mengaku antrian panjang terjadi tak hanya di jam-jam sibuk.

"Kalau dulu jam 8 malam sudah tidak antri, sekarang ini masih antri panjang sampa jam 9 di SPBU," paparnya.

Kondisi itu akhirnya mengurangi waktunya untuk mendapatkan penumpang atau orderaman makanan. Praktis pendapatannya juga berkurang akibat antrian panjang.

"Kalau tidak beli bensin ya tidak kerja, kalau beli harus antri panjang, serba salah," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya

Load More