- Gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 resmi dibuka di Sleman.
- Tema Aksara diusung dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.
- Empat program utama memeriahkan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.
SuaraJogja.id - Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 hadir dengan wajah baru yang bertemakan “Bahasa”. Festival ini membawakan tajuk “Aksara” yang memiliki makna mendalam dibaliknya. Mengusung semangat membaca ulang budaya Yogyakarta lewat bahasa, FKY 2026 menghadirkan rangkaian acara menarik.
Setelah tahun lalu FKY berada di Kabupaten Gunungkidul, tahun ini giliran Kabupaten Sleman yang menjadi tuan rumah dan digelar di Lapangan Beran Sleman, dari tanggal 13 September sampai 19 September 2026.
“Tema tahun ini adalah bahasa tapi kami menyebutnya Aksara,” ujar Anang Saptoto, selaku Organizing Committee Festival Kebudayaan Yogyakarta Tahun 2026 (16/09/2026).
Melalui konsep “Aksara” ini, FKY 2026 tidak hanya sekadar menghadirkan perayaan kesenian semata, melainkan juga sebuah ajakan reflektif bagi masyarakat untuk memposisikan bahasa secara lebih mendalam.
Anang menjelaskan bahasa tidak hanya dipandang terbatas sebagai alat komunikasi, melainkan sebagai pintu untuk membaca identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial yang berlangsung di Yogyakarta (16/09/2026).
Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 menghadirkan sajian kebudayaan yang inklusif melalui empat program utama, yaitu pawai budaya, pasar budaya, panggung budaya, dan pameran.
Seluruh rangkaian ini dirancang khusus dengan membuka ruang kolaborasi yang luas antara para seniman profesional dan komunitas masyarakat setempat, menjadikan warga bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari festival.
Pasar FKY juga menjadi satu aspek menarik dalam rangkaian Festival Kebudayaan Yogyakarta kali ini. 3 konsep pasar coba dibuat, yaitu Pasar Statis (Pasar Pangkon) dengan berbagai tenant-nya selama 7 hari penuh.
Di area tengah pasar, ada Pasar Tematik, pasar ini diisi bergilir setiap harinya dari perwakilan provinsi maupun kab/kota se-DIY.
Baca Juga: Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
“Saya tertarik karena ada pertunjukannya, dan pameran seni yang membuat saya tertarik untuk datang ke FKY 2026,” tambah Fera salah satu pengunjung FKY 2026 (16/09/2026).
Festival ini menjadi ajang mengenalkan budaya kepada masyarakat khususnya kaum muda untuk lebih mengenal budaya daerah, terlebih budaya Jawa.
Festival ini juga menjadi harapan baru untuk masyarakat lebih “melek” dengan isu lingkungan dengan menggandeng komunitas lingkungan sekitar Jogja. Hal ini menjadi harapan yang positif di tengah isu lingkungan saat ini yang memprihatinkan.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM