SuaraJogja.id - Hal tak biasa terjadi di kawasan Pakis, Magelang. Rombongan pengantin yang membawa seserahan ini salah masuk ke dalam rumah hajatan lainnya. Sama-sama tengah menunggu mempelai pengantin pria, rombongan ini dibuat bingung rumah mana yang dituju.
Akun Instagram @ndorobeii membagikan video rombongan pengantin yang salah masuk ke dalam rumah hajatan. Dalam videonya, tampak rombongan orang yang tengah mengantre keluar dari salah satu rumah. Terlihat ada banyak orang di lokasi tersebut sebagaimana tengah terjadi hajatan.
Selain itu, beberapa orang pria yang keluar dari rumah itu juga membawa benda-benda seserahan, seperti satu karung beras dan sebagainya. Beberapa wanita juga membawa bingkisan keluar dari rumah. Sedangkan orang-orang yang berada di luar tertawa melihat rombongan itu.
Terdengar suara di balik kamera, seorang gadis mengatakan bahwa rombongan tersebut salah alamat. Lantaran terjadi kesalahpahaman, sehingga diangkatlah semua barang-barang yang sebelumnya sudah dibawa masuk tersebut. Melihat momen konyol itu, gadis di balik kamera tak sanggup menahan tawa.
"Dalam video ini adalah rombongan keluarga pengantin dari Pemalang yang salah alamat ke rumah pengantin lain di pakis ," tulis akun @ndorobeii dalam keterangannya.
Di desa tersebut, ada dua mempelai wanita yang tengah menunggu pengantin prianya. Satu pengantin berasal dari Pemalang, sementara pengantin lainnya berasal dari Kendal. Rumah yang dimasuki rombongan asal Pemalang tersebut seharusnya dimasuki rombongan asal Kendal.
"Gara gara share loc salah lokasi pernikahan sudah duduk sudah seserahan eh salah. Kejadian yang langka," imbuh akun @ndorobeii.
Salah paham terjadi lantaran kesalahan mengirim lokasi pernikahan. Kedua keluarga yang sudah duduk dan memberikan seserahan terpaksa harus mengambil barang-barang tersebut lagi. Peristiwa yang langka itu tak ayal membuat warga yang hadir maupun warganet tertawa.
Sejak diunggah pada Senin (5/4/2021), video rombongan pengantin yang salah masuk rumah tersebut sudah ditonton lebih dari 9.000 kali. Ada ratusan komentar yang ditinggalkan warganet. Mereka ikut tertawa melihat peristiwa langka yang nyaris membuat pengantin menyesal karena menikah dengan orang yang salah.
Baca Juga: Celana Pengantin Pria Bikin Salfok, Pedagang Mainan Memaki-maki Bocah
"Berarti cowok nya sering jemput depan gang," tulis akun @angga_maulanaak***.
"Emang penganten laki-laki kagak pernah ngapel," komentar akun @rinsmak***.
"Pernah salah kondangan gara-gara di satu komplek ada 2 yang nikahan, mana amplop udah keburu dimasukin, baru ngeh pas salaman sama mantennya," tanggapan akun @tsul****.
Sementara akun @nurmanelbataw**** mengatakan, "Wajar salah yang lagi nungguin deketan tuan rumah liat tamu dah dateng mana mungkin nanya lagi, sediain aja kopi, ngobrol, kopi abis baru sadar kalo salah orang."
Tonton video lengkapnya DI SINI
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK