- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI akan diselenggarakan pada 25 Februari–3 Maret 2026, bertepatan dengan Ramadan.
- Festival ini menghadirkan inovasi panggung utama fleksibel di Jalan Suryatmajan serta beragam kegiatan ngabuburit tematik.
- Tersedia 172 stan kuliner dengan pemisahan zona halal dan non-halal serta perbedaan jam operasionalnya.
SuaraJogja.id - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI tahun 2026 akan digelar bertepatan dengan bulan Ramadan. Ratusan stan kuliner halal dan non-halal siap meramaikan perhelatan kali ini.
Ketua Umum Panitia PBTY XXI, Jimmy Sutanto menuturkan bahwa PBTY tak sekadar perayaan Imlek tapi bagian dari semangat toleransi. Termasuk membangun Yogyakarta sebagai City of Tolerance.
"Penyelenggaraan festival pada Tahun Baru Imlek ini hanya momentumnya saja. Isinya adalah bagaimana kita membangun City of Tolerance di Jogja, merangkul semua pihak sebagai persatuan Indonesia yang nyata," kata Jimmy, Jumat (13/2/2026).
Hadirkan Inovasi
PBTY XXI yang akan digelar pada 25 Februari-3 Maret 2026 di Kampung Ketandan itu siap menghadirkan inovasi baru. Salah satunya, panggung utama inovatif yang bisa dioperasikan fleksibel naik-turun di tengah Jalan Suryatmajan.
Jika sebelumnya panggung utama berada di area parkir Ketandan, kini panggung dipindah ke Jalan Suryatmajan dengan desain khusus. Inovasi ini disebut sebagai solusi kreatif agar kegiatan budaya tetap berjalan tanpa menghambat mobilitas warga.
"Panggungnya bisa diangkat ke atas. Kalau mau digunakan baru diturunkan. Jadi tidak mengganggu arus lalu lintas pagi sampai siang. Kami rasa ini yang pertama di Jogja," ungkap Wakil Ketua Pelaksana PBTY XXI, Subekti Saputro Wijaya.
Subekti menyampaikan bahwa tahun ini PBTY akan berlangsung selama tujuh hari penuh. Adapun rangkaian kegiatan mulai dari budaya, bazar, pameran, hingga karnaval.
Salah satu agenda utama adalah Malioboro Imlek Karnaval pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 20.00-22.30 WIB, dengan rute dari Gedung DPRD Kota Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer.
Baca Juga: Nekat Pepet Jambret hingga Jatuh, Mahasiswi di Jogja Sempat 'Overthinking' Takut Disalahkan Netizen
"Tami tetap mulai jam 5 sore, bahkan kalau bisa sebelumnya, karena yang berpuasa butuh ngabuburit. Jadi kami sajikan panggung untuk teman-teman Jogja ngabuburit di sana," ucap Subekti.
Penitia pun mengusung konsep ngabuburit tematik. Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan menjelang berbuka, seperti Ngabuburit Sehat dengan senam taichi bersama, Ngabuburit Enerjik yaitu zumba, NgabubuRun lari santai menjelang buka puasa dan ada juga pembacaan dongeng anak.
Tak hanya itu, panitia juga akan membagikan takjil di titik tertentu, seperti di depan gapura utama Ketandan dan kawasan Jalan Suryatmajan.
Tersedia Kuliner Halal dan Non-Halal
Disampaikan Subekti, PBTY XXI menyediakan 172 titik stan bazar sesuai dengan kapasitas kawasan Ketandan. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 stan berada di zona non-halal, sementara sisanya merupakan zona halal.
Panitia menegaskan pemisahan zona dilakukan secara jelas. Termasuk untuk pemasangan penanda khusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Rekam Jejak Praka Farizal: Sukses di Papua Hingga Lolos Seleksi Ketat Penugasan Lebanon
-
Momentum Earth Hour, BRI Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata
-
Kampung Koboi Tugu Selatan, Inovasi Wisata Desa Berbasis Potensi Lokal dalam Program Desa BRILiaN
-
Jeritan Pilu Buruh di Jogja: dari Tiga Bulan Tak Digaji, Terjerat Pinjol, hingga BPJS Mati
-
Rencana Kepulangan Praka Farizal yang Tak Terwujud, Sang Ibunda Akui Sudah Terima Jadwal Penerbangan