- Polresta Yogyakarta mengapresiasi empat warga, termasuk mahasiswi Eviana, karena menggagalkan aksi penjambretan dengan memberikan penghargaan.
- Penghargaan berupa piagam dan tali asih diserahkan langsung oleh Kapolresta sebagai bentuk terima kasih atas bantuan cegah kriminalitas.
- Warga yang membantu, seperti Fandy, merasa lega karena penghargaan ini menghilangkan kekhawatiran mereka tentang kasus main hakim sendiri seperti kasus Hogi.
SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta memberikan penghargaan khusus kepada Eviana, seorang mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang viral usai menggagalkan aksi penjambretan.
Tidak hanya Eviana seorang yang mendapat penghargaan, ada pula tiga orang warga lain yang turut diberikan apresiasi oleh kepolisian dalam kasus ini.
Mereka adalah rekan Eviana, Ayunda yang ikut membonceng dalam mengejar jambret saat kejadian serta dua orang warga Handoko dan Fandy yang mengamankan saat pelaku sudah terjatuh dari motor.
Penghargaan berupa piagam dan tali asih yang diserahkan langsung oleh Kapolresta Yogyakarta itu sebagai bentuk apresiasi tinggi atas nyali korban dalam melawan kejahatan jalanan.
"Kita memberikan apresiasi kepada mereka berempat. Luar biasa karena sudah membantu kepolisian, antisipasi pelaku kriminal," kata Pandia, saat ditemui wartawan di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).
Atas aksi heroik tersebut, polisi memberikan ganjaran berupa piagam penghargaan dan tali asih.
Kapolresta menilai inisiatif kedua perempuan asal Kendal dan Cilacap ini sangat membantu tugas kepolisian. Mengingat waktu kejahatan yang sulit diprediksi.
"Mereka inisiatif untuk melawan kejahatan, memiliki keberanian itu sangat luar biasa, apalagi mereka berdua adalah perempuan. Kita sangat apresiasi," tegasnya.
Selain menyoroti keberanian korban, Kapolresta turut memuji sikap warga yang turut membantu mengamankan pelaku tanpa main hakim sendiri.
Baca Juga: Gara-gara Ikan di Pemancingan, Warga Gunungkidul Saling Lapor ke Polisi
Ia menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya sinergi antara polisi dan warga sangat dibutuhkan.
"Tidak perlu khawatir kalau masyarakat membantu kepolisian kita akan apresiasi dan itu yang kita harapkan, adanya sinergitas kita dengan masyarakat bahwa polisi itu adalah pelayan, pelindung, pengayom masyarakat," ucapnya.
Sempat Khawatir Kasus Hogi di Sleman Terulang
Fandy, salah satu warga yang ikut mengamankan pelaku di lokasi kejadian, mengaku sempat dihantui ketakutan akan dijadikan tersangka seperti kasus Hogi Minaya yang pernah viral di Sleman beberapa waktu lalu.
Bayang-bayang kasus di Sleman tersebut membuat Pandi dan warga sekitar bertindak sangat hati-hati saat menangkap pelaku berinisial WY.
Ia secara aktif mencegah massa untuk tidak melakukan main hakim sendiri agar niat baik memberantas kejahatan tidak berujung pada masalah hukum bagi warga.
"Ya sempat [khawatir kasus Hogi terulang] makanya kemarin kan saya tahan, saya amankan saya tahan teman-teman itu, warga kampung itu biar enggak melakukan pemukulan massa itu. Biar enggak terjadi seperti yang di Sleman dan lain-lain itu jadi tersangka gitu," kata Fandy.
Dengan adanya apresiasi dan penghargaan resmi dari Kapolresta Yogyakarta, keraguan dan ketakutan warga akhirnya sirna.
Fandy merasa tindakan yang diambilnya bersama warga lain sudah tepat, yakni mengamankan pelaku tanpa kekerasan berlebih dan menyerahkannya kepada pihak berwajib.
"Mantap lah Mas. Enggak takut lagi jadi tersangka kayak di Sleman," tandasnya.
Sementara itu, Eviana mengaku tidak menyangka bahwa tindakan spontannya membela diri akan mendapatkan perhatian khusus dari aparat penegak hukum.
"Tentunya bangga ya, enggak nyangka juga bisa dapat apresiasi," ucap Eviana.
Eviana berpesan kepada masyarakat luas agar lebih waspada terhadap barang bawaan saat berkendara. Ia juga mengajak warga untuk tidak takut membela diri jika berhadapan dengan pelaku kejahatan.
"Mungkin setelah kejadian ini ya yang pertama kita harus jaga barang kita ya jangan lalai gitu. Terus untuk citra polisi kita enggak usah takut gitu kalau untuk membela diri dari penjahat ataupun copet gitu karena ya kita harus jadi polisi buat diri kita sendiri sih," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Nekat Pepet Jambret hingga Jatuh, Mahasiswi di Jogja Sempat 'Overthinking' Takut Disalahkan Netizen
-
Sistem Pangan Lemah, Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan Makin Tak Terkendali
-
Beda Nasib dengan Hogi, Warga dan Mahasiswi Penangkap Jambret di Kota Jogja Justru dapat Penghargaan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Viral Mahasiswi Tabrak Jambret di Kota Yogyakarta, Polisi Ungkap Kronologi Aksi Kejar-kejaran