- Mahasiswi di Yogyakarta gagah berani menghentikan penjambret hingga pelaku terjatuh dan berhasil ditangkap warga sekitar.
- Kapolresta Yogyakarta menjamin korban yang melakukan perlawanan pembelaan diri tidak akan menerima sanksi pidana.
- Polresta Yogyakarta akan meningkatkan patroli gabungan dan melibatkan sipil untuk menekan kejahatan jalanan jelang Ramadan.
SuaraJogja.id - Aksi heroik seorang mahasiswi di Kota Yogyakarta yang nekat menghentikan penjambret hingga terjatuh menuai sorotan publik. Peristiwa ini mengingatkan pada kasus serupa yang menimpa Hogi Minaya belum lama ini.
Di tengah pujian atas keberaniannya, muncul kekhawatiran di masyarakat mengenai potensi tuntutan hukum balik terhadap korban karena menyebabkan pelaku celaka dalam insiden tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, memastikan bahwa korban yang melakukan perlawanan demi mempertahankan haknya tidak akan dikenai sanksi pidana.
"Tidak ada, tidak ada [pidana]. Saya jamin tidak ada. Kita mengapresiasi mereka membela, benar kita apresiasi," kata Pandia ditemui wartawan, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, Pandia menegaskan bahwa jika pelaku mencoba melaporkan balik korban dengan dalih kecelakaan lalu lintas laporan tersebut tidak akan diproses.
Polisi memandang tindakan penabrakan yang dilakukan mahasiswi tersebut sebagai upaya pembelaan diri yang tidak terpisahkan dari peristiwa pidana utamanya.
"[Jika pelaku jambret melapor] akan kita tolak, karena dia merupakan pelaku," tegasnya.
Selain menyoroti kasus spesifik ini, Polresta Yogyakarta turut merespons keresahan masyarakat terkait maraknya aksi penjambretan di jalanan Yogyakarta belakangan ini.
Berbagai satuan fungsi kepolisian akan dikerahkan secara maksimal untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.
Baca Juga: Kota Jogja Siap Contek Strategi Lombok dan Dorong Penambahan Direct Flight Internasional
"Tentunya kami akan meningkatkan patroli karena kami ada patroli KRYD, dan juga patroli Samapta, dan juga lalu lintas. Reskrim juga dan intel akan kami libatkan," tandasnya.
Upaya pengamanan ini tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian, tetapi juga akan melibatkan elemen sipil. Kolaborasi ini dinilai Pandia, krusial untuk menjaga stabilitas keamanan terlebih jelang bulan suci Ramadan.
"Tentunya juga komunitas masyarakat dan juga Jaga Warga Jogjakarta akan kami ajak bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, apalagi dalam rangka memasuki bulan Ramadan. Otomatis kita lebih meningkatkan kewaspadaan semuanya," tegasnya.
Adapun peristiwa penjambretan itu bermula ketika seorang mahasiswi bernama Eviana (21) yang sedang berboncengan dengan temannya, Yunda (22), tiba-tiba dipepet oleh pelaku berinisial WY alias Siheng (38) dari sisi kiri.
Pelaku kemudian langsung mengambil ponsel korban yang diletakkan di dashboard depan motor bagian kiri.
Tidak tinggal diam, korban secara spontan mengejar pelaku dari Jalan Menteri Supeno hingga ke Jalan Pakel Baru dalam jarak sekitar 100 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
BRI Gelar CSR Pemberdayaan PMI, Cirebon Jadi Wilayah Prioritas
-
Duh! 142 Warga Bantul Kehilangan Pekerjaan, Efisiensi Berdampak PHK
-
Rumah Eross Sheila On 7 Kemasukan Ular Kobra, Damkar Sleman Evakuasi Tengah Malam
-
Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah
-
Tiga Hari Penuh Warna, Miranda Color Corner Ramaikan JNM Bloc Yogyakarta