- Pemkot Yogyakarta mengerahkan 94 psikolog profesional untuk memulihkan trauma lebih dari 100 anak serta orang tua korban kekerasan.
- Pemerintah menyediakan 39 lokasi penitipan anak aman sebagai transisi pasca kasus kekerasan di Daycare Little Aresha, Umbulharjo.
- Pemkot Yogyakarta menanggung penuh biaya pendidikan dan pengasuhan anak korban selama dua bulan transisi pada Mei dan Juni.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta tidak main-main dalam merespons kasus kekerasan anak yang mengguncang Daycare Little Aresha di Umbulharjo. Sebagai bentuk tanggung jawab penuh negara, Pemkot meluncurkan intervensi pemulihan berskala masif yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 94 psikolog profesional diterjunkan langsung untuk menangani trauma mendalam yang dialami lebih dari 100 anak korban dan keluarga mereka.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menegaskan bahwa mobilisasi besar-besaran ini melibatkan pakar dari berbagai elemen kunci.
"Kami menggandeng 94 psikolog dari berbagai unsur, mulai UPT PPA, Ikatan Psikolog Klinis, Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), rumah sakit, hingga puskesmas di seluruh Kota Yogyakarta," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin.
Hapus Rasa Bersalah Orang Tua
Retnaningtyas menyoroti bahwa fokus pendampingan tidak hanya pada anak, tetapi juga kondisi mental orang tua yang terguncang hebat. Program psikoedukasi intensif diberikan untuk menghapus rasa bersalah yang menghantui mereka.
"Psikoedukasi ini krusial untuk menguatkan mental para orang tua, menghilangkan trauma dan rasa bersalah. Jangan sampai mereka trauma menitipkan anak di daycare, padahal tuntutan pekerjaan memaksa mereka untuk itu," tegasnya.
Tanggung Jawab Penuh: Sekolah Baru Gratis
Lebih dari sekadar pendampingan psikologis dan hukum, Pemkot Yogyakarta mengambil langkah konkret untuk memastikan kelangsungan pendidikan dan pengasuhan anak-anak korban yang telantar pasca-penggerebekan polisi akhir April lalu.
Baca Juga: Sultan Jogja Heran Sadisnya Ibu-ibu Pengasuh Daycare Little Aresha, Perintahkan Tutup Daycare Ilegal
Retnaningtyas mengumumkan bahwa Pemkot telah menyiapkan 39 lokasi transisi yang aman, terdiri dari Tempat Penitipan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB) terpercaya di Yogyakarta, untuk menampung anak-anak eks Little Aresha.
Tak hanya memfasilitasi kepindahan, Pemkot Yogyakarta juga menanggung beban finansial para orang tua.
"Anak-anak kami pindahkan ke 39 lokasi lainnya... dan nanti biayanya akan ditanggung penuh oleh pemerintah kota selama dua bulan transisi, yaitu Mei dan Juni," jelas Retnaningtyas, menekankan arahan langsung dari Wali Kota Yogyakarta untuk penanganan total kasus ini.
Proses evakuasi dan transisi ini telah berjalan cepat sejak seminggu lalu. Hingga Senin, tercatat 88 anak telah berhasil dipindahkan ke lokasi pengasuhan baru yang aman, sementara sebagian orang tua lainnya memilih untuk sementara merawat anak mereka sendiri di rumah di bawah pantauan pendampingan tumbuh kembang dari dinas terkait.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto di Yogya Dirusak, Regulasi dan Status Lahan Dipertanyakan
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026