Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:53 WIB
Ilustrasi ngabuburit mencari takjil jelang buka puasa. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI akan diselenggarakan pada 25 Februari–3 Maret 2026, bertepatan dengan Ramadan.
  • Festival ini menghadirkan inovasi panggung utama fleksibel di Jalan Suryatmajan serta beragam kegiatan ngabuburit tematik.
  • Tersedia 172 stan kuliner dengan pemisahan zona halal dan non-halal serta perbedaan jam operasionalnya.

"Zona sudah pasti terpisah, tidak campur. Bahkan jam operasionalnya pun dibedakan," tegasnya.

Untuk zona halal, stan mulai berjualan pukul 17.00 WIB. Sementara zona non-halal baru diperbolehkan buka menjelang waktu berbuka puasa.

Selain bazar dan panggung hiburan, PBTY XXI menghadirkan pameran unik bertema Pandu, cikal bakal Pramuka di Rumah Budaya Ketandan. Tema ini dipilih karena memiliki keterkaitan historis dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

"Supaya konsepnya tidak monoton. Kami ingin menghadirkan edukasi yang berbeda," tandasnya.

Wayang potehi juga akan tampil setiap hari selama tujuh hari penuh. Selain itu, berbagai lomba anak digelar, seperti lomba kostum Tionghoa, menyanyi lagu Mandarin, hingga tari kreasi dan modern.

Load More