- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI akan diselenggarakan pada 25 Februari–3 Maret 2026, bertepatan dengan Ramadan.
- Festival ini menghadirkan inovasi panggung utama fleksibel di Jalan Suryatmajan serta beragam kegiatan ngabuburit tematik.
- Tersedia 172 stan kuliner dengan pemisahan zona halal dan non-halal serta perbedaan jam operasionalnya.
"Zona sudah pasti terpisah, tidak campur. Bahkan jam operasionalnya pun dibedakan," tegasnya.
Untuk zona halal, stan mulai berjualan pukul 17.00 WIB. Sementara zona non-halal baru diperbolehkan buka menjelang waktu berbuka puasa.
Selain bazar dan panggung hiburan, PBTY XXI menghadirkan pameran unik bertema Pandu, cikal bakal Pramuka di Rumah Budaya Ketandan. Tema ini dipilih karena memiliki keterkaitan historis dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia.
"Supaya konsepnya tidak monoton. Kami ingin menghadirkan edukasi yang berbeda," tandasnya.
Wayang potehi juga akan tampil setiap hari selama tujuh hari penuh. Selain itu, berbagai lomba anak digelar, seperti lomba kostum Tionghoa, menyanyi lagu Mandarin, hingga tari kreasi dan modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Rekam Jejak Praka Farizal: Sukses di Papua Hingga Lolos Seleksi Ketat Penugasan Lebanon
-
Momentum Earth Hour, BRI Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata
-
Kampung Koboi Tugu Selatan, Inovasi Wisata Desa Berbasis Potensi Lokal dalam Program Desa BRILiaN
-
Jeritan Pilu Buruh di Jogja: dari Tiga Bulan Tak Digaji, Terjerat Pinjol, hingga BPJS Mati
-
Rencana Kepulangan Praka Farizal yang Tak Terwujud, Sang Ibunda Akui Sudah Terima Jadwal Penerbangan