Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:08 WIB
Peluncuran acara Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Jogja Fashion Week 2026 menargetkan transaksi Rp2,5 miliar dan 16.000 pengunjung pada Agustus 2026 di JEC.
  • Acara ini bertujuan menciptakan efek domino signifikan pada sektor pendukung seperti transportasi dan perhotelan.
  • JFW 2026 fokus mentransformasi identitas lokal menjadi produk berdaya saing global untuk kontribusi ekonomi.

SuaraJogja.id - Jogja Fashion Week (JFW) 2026 menetapkan target capaian yang cukup ambisius dalam penyelenggaraannya mendatang. Acara yang menjadi rujukan tren busana di Indonesia ini mematok angka transaksi sebesar Rp 2,5 miliar serta kunjungan belasan ribu orang.

"Jogja Fashion Week 2026 memiliki target transaksi sebesar Rp2,5 miliar dengan jumlah pengunjung sebesar 16.000 orang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Kamis (12/2/2026).

Yuna mengaku optimis bahwa dampak dari JFW 2026 ini tidak hanya berhenti pada angka transaksi di lokasi. Lebih dari itu dapat memberikan efek domino bagi sektor lain.

Apalagi JFW digadang-gadang sebagai pengungkit penting dalam ekosistem industri kreatif sektor fashion tak hanya di Jogja tapi Indonesia. Potensi pasar pun sangat besar baik di tingkat nasional maupun global.

"Diharapkan tercipta multiplier effect yang signifikan, tidak terbatas pada transaksi bisnis saja tetapi juga berdampak pada sektor pendukung seperti transportasi, perhotelan, restoran, pariwisata, serta subsektor ekonomi kreatif lainnya," ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, kata Yuna, JFW 2026 akan menghadirkan berbagai agenda yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. 

Selain fashion exhibition yang ditargetkan bermitra dengan lebih dari 150 stan, acara ini juga akan diperkuat dengan sesi Business Pitching dan Business Matching hasil kolaborasi dengan instansi perdagangan dan ekspor nasional.

"JFW 2026 tidak hanya menjadi etalase karya dan inovasi para pelaku industri fashion nasional, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan desainer, UMKM, buyers, investor, dan pasar yang lebih luas," tegasnya.

Estetika, Tradisi dan Kontribusi Ekonomi

Baca Juga: Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menuturkan bahwa industri mode di Yogyakarta tidak lagi sekadar urusan estetika di atas panggung peragaan.

Menurut Made, transformasi identitas lokal menjadi produk berdaya saing global menjadi tantangan utama. Terlebih dalam menjaga relevansi tradisi di tengah arus modernisasi.

"Akar tersebut adalah identitas, namun identitas tidak boleh berhenti sebagai simbol," ucap Made. 

Identitas yang kuat tidak akan berarti banyak jika tidak mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja dari kalangan generasi muda.

"Harus terus diolah, dipertahankan, dan ditransformasikan menjadi daya saing. Transformasi inilah yang menjadikan sektor fashion dan kriya memiliki kontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif DIY," tuturnya.

Ketergantungan pada aspek kreativitas semata dinilai tidak lagi cukup untuk menggerakkan ekonomi lokal secara masif. Diperlukan integrasi yang kuat antara ruang produksi, jalur distribusi, serta inovasi yang berkelanjutan. 

Hal ini bertujuan agar ekosistem mode di Yogyakarta tidak hanya kuat di pasar domestik. Namun dapat berbicara lebih banyak di kancah internasional.

Ia mengakui tantangan besar ini memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Mulai dari desainer senior, akademisi, hingga sektor perbankan. 

"Tradisi tidak kita tinggalkan, tetapi kita olah menjadi inovasi. Inilah makna resonansi, ketika nilai lokal berbicara dalam bahasa global tanpa kehilangan jati diri," jelas Ni Made Dwipanti Indrayanti.

JFW 2026 sendiri akan mengusung tema besar "Roots to Resonance Beyond" yang dijadwalkan berlangsung pada 13-16 Agustus 2026 di Hall A, B, dan C Jogja Expo Center (JEC).

Load More