Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:39 WIB
Ilustrasi penganiayaan [Antaranews/Ist]
Baca 10 detik
  • Seorang driver ojek daring dianiaya orang tak dikenal di Kledokan, Sleman, setelah menyalip motor pelaku provokatif.
  • Insiden bermula dari kesalahpahaman terkait aksi menyalip di Jalan Solo, yang kemudian memicu pengejaran dan pemukulan.
  • Polsek Depok Barat menerima laporan warga, dan kini kasus penganiayaan tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Sleman.

SuaraJogja.id - Seorang driver ojek online (ojol) mengalami penganiayaan orang tak dikenal di kawasan Kledokan, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Ketua Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif Yogyakarta (Wakanda), Rie Ramawati, menuturkan bahwa insiden bermula ketika korban melintas di Jalan Solo. 

Saat itu, korban yang hendak mengantar pesanan berpapasan dengan pengendara lain yang diduga sedang melakukan aksi provokatif dengan memainkan gas motor secara berlebihan.

"Mereka bleyer-bleyer motor. Nah, itu disalip sama driver Shopee-nya, tapi tujuannya driver Shopee kan biar cepet sampai ke customer," kata perempuan yang akrab disapa Wuri saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Diungkapkan Wuri, tindakan menyalip tersebut rupanya memicu kemarahan pelaku hingga berujung pada pengejaran. Ketegangan memuncak ketika pelaku berhasil menghentikan korban dan langsung melakukan tindakan kekerasan secara fisik.

"Tersinggung [karena disalip] terus ngejar driver Shopee-nya. Terus terjadi pemukulan pertama," ucapnya.

Setelah pemukulan pertama, pelaku sempat melarikan diri tapi kemudian dikejar balik oleh korban. Namun justru korban dipukul oleh pelaku.

"Dua kali pemukulan. Nah itu terus sama warga perumahan yang di tempat pemukulan terakhir itu, mereka laporan ke Polsek Depok Barat bahwa ada keributan, ngoten," tandasnya.

Adapun korban diketahui berinisial I tengah bersama sang kekasih saat kejadian. Meskipun keduanya berada di lokasi, Wuri bilang bahwa kekerasan fisik secara telak dialami oleh driver pria.

Baca Juga: Viral Mahasiswi Tabrak Jambret di Kota Yogyakarta, Polisi Ungkap Kronologi Aksi Kejar-kejaran

Ia menyatakan bahwa pihak komunitas driver sendiri telah melakukan pendampingan sejak awal laporan di Polsek Depok Barat hingga proses visum. 

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke tingkat Polres Sleman untuk penanganan lebih lanjut.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menuturkan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus ini. 

"Satreskrim Polresta Sleman dan unit Reskrim Depok barat masih melakukan pemeriksaan olah TKP untuk memastikan perkaranya," ucap Salamun. 

Load More