SuaraJogja.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B di Cebongan, Mlati, Sleman Kusnan menyatakan tidak ada overcapacity atau kelebihan kapasitas tahanan hingga saat ini. Menurutnya, beberapa program dari pemerintah menjadi sebab utamanya.
"Tidak ada over kapasitas di sini," kata Kusnan kepada awak media, Selasa (6/4/2021).
Disampaikan Kusnan, Lapas Kelas II B Cebongan memiliki kapasitas sebanyak 225 orang. Sementara untuk saat ini tercatat ada 228 orang.
"Over cuma 3 orang. Dari kapasitas 225 orang yang menghuni 228 orang artinya masih berimbang," ujarnya.
Disampaikak Kusnan, selama pandemi Covid-19 ini justru malah penghuni Lapas Kelas II B Cebongan mengalami penurunan. Sebelumnya bahkan warga binaan yang ada di sana bisa mencapai 300an orang.
"Kalau pandemi ini kita sekarang biasanya 300an orang sekarang 225 orang malah turun," ucapnya.
Berkurangnya jumlah tahanan itu bukan tanpa sebab. Menurutnya program dari pemerintah pusat terkait dengan asimilasi sejauh ini cukup membantu para warga binaan untuk lebih cepat mengakhiri masa tahanannya.
"Ya [penurunan jumlah tahanan] itu karena adanya program dari pusat, ada program asimilasi," tuturnya.
Pada tahun 2021 yang baru berjalan tiga hingga empat bulan ini saja, asimilasi sudah dilakukan oleh Lapas Kelas II B Cebongan sebanyak lebih kurang 30 orang. Dari jumlah itu belum ada laporan atau temuan penahanan kembali pada tahanan yang telah mendapatkan asimiliasi.
Baca Juga: Petugas Gabungan Gelar Razia di Lapas Cebongan, Ini yang Ditemukan
Sedangkan di tahun 2020 lalu, kata Kusnan, sebanyak 125 orang telah berhasil mendapat program asimiliasi. Maka dari itu, berdampak pada berkurangnya jumlah tahanan yang ada.
"Artinya yang biasanya isinya 300 orang lebih, itu sekarang agak longgar gitu," tuturnya.
Kondisi ini dianggap baik bagi semua pihak terkhusus untuk para penghuni tahanan atau warga binaan yang ada. Pasalnya kini ruang tahanan bisa lebih dimanfaatkan secara lebih luas dan tidak menumpuk.
Ditambahkan, Kusnan, skema pembagian ruang tahanan sendiri pun berbeda-beda. Terdapat kamar kecil yang digunakan untuk 4 orang penghuni serta ada juga ruangan yang lebih besar yakni dapat menampung sebanyak 10 orang.
"Kapasitas ini juga masih ideal kalau kaitannya protokol kesehatan," tegasnya.
Sebelumnya petugas gabungan menggelar razia di kamar-kamar para narapidana yang menghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B di Cebongan, Mlati, Sleman, Selasa (6/4/2021). Hasilnya hanya ditemukan paku dan kabel-kabel saja dari kamar para warga binaan.
Berita Terkait
-
Petugas Gabungan Gelar Razia di Lapas Cebongan, Ini yang Ditemukan
-
Unik Lur! Puluhan Warga Binaan Rutan Solo Bersihkan Alun-alun Keraton
-
Penyelundupan Terbongkar Gara-gara Warga Binaan Minta Paksa Kardus Makanan
-
Tahanan dan Pegawai Rutan Kotabumi Dites Urine, Ini Hasilnya
-
Ada Kangkung Isi Sabu, Begini Cara Bandar Edarkan Narkoba ke Penjara
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Tanah Rp2 Miliar Dilelang Cuma Rp420 Juta, Warga Kulon Progo Gugat BUMN Lembaga Pinjaman
-
Ormas Terlibat Kekerasan, Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih
-
17 Persen Penerima PKH di DIY Terindikasi Judol, Dinsos Tangguhkan Bansos
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma