SuaraJogja.id - Jumlah petani di Indonesia saat ini mencapai 38 juta orang Namun dari jumla tersebut, sekitar 70 persen diantaranya merupakan petani yang sudah berusia diatas 40-45 tahun.
Tanpa regenerasi petani, maka dikhawatirkan selama sepuluh tahun kedepan Indonesia kehabisan petani. Sebab sekitar 27 juta petani yang sudah tua tidak akan bisa bekerja karena sudah berusia lanjut.
Sementara sisanya sekitar 10 juta petani sulit untuk berinovasi. Keterbatasan tingkat pendidikan mempersulit mereka untuk mengembangkan sektor pertanian.
"Ternyata lebih dari 70 persen petani kita lulus sd (sekolah dasar-red), bahkan tidak lulus sd. Sudah umurnya tua, pendidikannya sd, bahkan tidak lulus, mana mungkin kita memberikan beban [pada mereka] untuk menyediakan pangan bagi seluruh rakyat indonesia," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (kementan) RI, Dedi Nursyamsi usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan Direktur Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Kamis (03/06/2021).
Karena itu Kementan mencoba mencari solusi untuk menambah jumlah petani-petani usia produktif atau milenial. Upaya tersebut harus dilakukan saat ini juga bila tidak ingin jumlah petani di Indonesia habis tanpa adanya regenerasi.
Regenerasi tersebut diarahkan pada penciptaan pengusaha muda di bidang pertanian. Anak-anak generasi milenial diajak mengembangkan kewirausahaan agar mereka bisa mengakses modal dan mengolah lahan pertanian dengan baik. Selain itu dikembangkan pendidikan vokasi dan magang kerja di Jepang.
"Mereka diajarkan bagaimana mengolah tanah, memilih varietas [tanaman] , kemudian mengolah, packaging hingga distribusi, termasuk membangun jejaring kerjasama agribisnis. Itu yang perlu kita lakukan, kalau tidak bahaya [kehabisan petani]," tandasnya.
Kementan selama lima tahun kedepan, lanjut Dedi mentargetkan mampu melahirkan 2,5 juta petani milenial. Diharapkan mereka mampu berperan dalam mengembangkan dunia pertanian yang semakin maju. Dengan demikian tercipta sistem jaringan agribisnis yang menjamin kesinambungan dunia pertanian dalam berbagai komoditas dan industri kreatif.
Kementerian tersebut menggandeng perguruan tinggi dan sekolah-sekolah vokasi dalam mendidik petani milenial. Sepuluh UPT unit pendidikan Kementan akan bekerjasama dengan 28 perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian serta 100 sekolah vokas di tingkat SMK.
Baca Juga: 4 Orang Pengedar Sabu di Jateng-DIY Diduga dari Sindikat Pengedar Narkoba Internasional
"Itu yang harus kita bangun bersama antara pemerintah pusat dan daerah di lokasi masing-masing dalam menciptakan petani milenial,. Diharapkan lima tahun kedepan petani milenial bisa menumbuhkan bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri," tandasnya.
Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengungkapkan Kementan juga menggandeng pesantren-pesantren dalam mendidik santrinya di bidang pertanian. Dengan demikian mereka bisa menjadi santri-santri tani milenial.
"Potensinya sebenarnya banyak sekali untuk generasi muda terjun menjadi petani, apalagi mereka ingin segera berwirausaha selepas lulus sekolah," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Dulunya Biduan Kini Jadi Petani, Penampilan Wanita Ini Tuai Pujian
-
Naik Signifikan Dibanding Bulan Sebelumnya, Nilai Tukar Petani Mei 2021 Jadi 0,44%
-
Biduan Alih Profesi Jadi Petani Akibat Pandemi, Penampilan Barunya Didoakan Istiqomah
-
Maling Komputer Kantor Wali Nagari, Petani di Pasaman Barat Diciduk
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda