SuaraJogja.id - Sempat viral ungkapan tambal ban online semenjak tersebarnya video razia yang dilakukan petugas Satpol PP selama penerapan PPKM darurat.
Dalam video tersebut, selain menghibur warganet, rupanya bertebaran pula cemoohan untuk petugas yang terekam dalam video tambal ban online tersebut.
Namun di balik itu, ternyata ada kelanjutannya. Video tambal ban online tersebut tak berhenti pada ekspresi kebingungan si petugas.
Versi lengkap video tersebut diunggah ke Twitter oleh Direktur Perkumpulan Masyarakat Peduli Media Budhi Hermanto lewat akun @budhihermanto pada Sabtu (10/7/2021).
Ia mengunggah video tersebut secara penuh lantaran prihatin terhadap sang petugas Satpol PP, yang berakhir menjadi bahan olokan masayarakat gara-gara kesalahpahaman setelah potongan videonya viral.
"Video tambal ban itu aslinya membolehkan tambal ban buka, kenapa dipotong ya? Kasihan bapak itu jadi bahan olok-olok," kicaunya.
Dalam video berdurasi 18 detik itu, setelah si tukang tambal ban melontarkan celetukan kocak soal tambal ban online, ternyata ada jawaban lebih lanjut dari petugas usai tampak kebingungan memberi respons.
Bukannya melarang, seperti asumsi publik selama ini, petugas tetap mengizinkan tukang tambal ban beroperasi selama PPKM darurat diterapkan.
"Tambal ban monggo, ning [tambak ban silakan, tapi]..." kata dia.
Baca Juga: Viral Tukang Tambal Ban Online Bikin Heboh Publik, Begini Kelanjutan Videonya
Si tukang tambal ban kemudian memotong ucapannya dengan menjelaskan bahwa dirinya telah menambal ban, dan kembali diperbolehkan oleh petugas.
Kemudian, video TikTok unggahan akun @explorekabkaranganyar itu berakhir dengan pamitan antara para petugas Satpol PP dengan tukang tambal ban.
Kedua pihak sama-sama mengatupkan kedua tangan di depan wajah sembari saling mendoakan supaya tetap sehat, terlebih di masa pandemi Covid-19, yang tengah melonjak tajam saat ini.
Hingga Minggu (11/7/2021), video lengkap tambal ban online itu telah mendapat ribuan retweets dan likes serta tanggapan positif dari warganet.
TONTON VIDEONYA DI SINI.
Sebelumnya, cuplikan awal video tersebut viral, salah satunya setelah diunggah akun Twitter @jowoshitpost pada Jumat (9/7/2021). Di video itu, seorang petugas berbicara pada pria yang diduga tukang tambal ban. Petugas tersebut tampaknya berbicara pada tukang tambal ban dan memberi tahu aturan PPKM darurat.
Berita Terkait
-
Viral Tukang Tambal Ban Online Bikin Heboh Publik, Begini Kelanjutan Videonya
-
Begini Realisasi Jika Tambal Ban Online Diterapkan saat PPKM Darurat, Bikin Ngakak!
-
Fakta Video Viral Tambal Ban Online, Ini yang Dikatakan Satpol PP Sebenarnya
-
Kakek 'Genit' Nyawer Biduan Digagalkan Simbah Putri, 27 Juta Pengguna TikTok Ikut Prihatin
-
Video Viral Geng Motor Serang Polisi di Jaksel, Delapan Pelaku Ditangkap dan Satu DPO
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais