SuaraJogja.id - Setidaknya sudah ada 3 warga Kabupaten Gunungkidul yag melakukan aksi bunuh diri selama masa PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021 yang lalu. Secara keseluruhan, hingga pertengahan bulan Juli ini sudah ada 27 kasus bunuh diri di Gunungkidul selama 2021.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengakui, selama Juli 2021 ini sudah ada 3 orang warga Gunungkidul yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dalam catatan Polres, kasus pertama bunuh diri di bulan Juli ini terjadi pada awal pemberlakuan PPKM Darurat, 3 Juli 2021.
"Kita semua prihatin dengan banyaknya angka bunuh diri ini," paparnya.
Kasus pertama pada 3 Juli 2021 lalu dialami KS (80), warga Pedukuhan Gangsalan Lor, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Tubuhnya ditemukan tergantung di Alas Goa Baron wilayah Kalurahan Nglindur. KS ditemukan di dalam gubuk milik salah satu tetangganya.
Kemudian kasus kedua terjadi pada Minggu, 11 Juli 2021. Warga Pedukuhan Pesawahan, Kalurahan Jati Ayu, Kapanewon Karangmojo, YM, yang berumur 64 tahun, ditemukan gantung diri di pohon jambu monyet dekat rumah. YM diduga nekat bunuh diri karena menderita sakit katarak.
"Kasus yang terakhir adalah kasus tadi pagi di Kapanewon Semin," ujarnya.
Suryanto mengakui bahwa angka bunuh diri tahun ini ini memang cukup tinggi dibanding dengan rata-rata tahun sebelumnya. Pihaknya selama ini mencatat, rata-rata kasus bunuh diri di kabupaten Gunungkidul dalam setahun hanya sekitar 30 kasus.
Terpisah, Kapolsek Semin AKP Arif Heryanto membenarkan bahwa ada warganya yang meninggal karena gantung diri. D, lelaki berumur 83 tahun ini, ditemukan meninggal gantung diri di teras rumahnya yang berada di Pedukuhan Karang, Kalurahan Karangsari, Semin, Kamis (15/7/2021) sekitar pukul 05.00 WIB.
"Aksi bunuh diri ini pertama kali diketahui oleh Yu (60), anak dari D," ungkap Arif.
Baca Juga: 4 Cara Membantu Orang Terdekat yang Telah Didiagnosis Depresi
Sekira pukul 05.00 WIB setelah salat Subuh, wanita ini berniat membuatkan minum pagi untuk ayahnya, D. Saat itu, Yu mendapati pintu rumah ayahnya sudah dalam keadaan terbuka. D tinggal sendiri di rumah dan bertetangga dengan anaknya.
Yu kemudian masuk ke dalam rumah, tetapi ayahnya sudah tidak ada di tempat tidur. Yu kemudian berusaha mencari D ke beberapa sudut rumah D, tetapi tak kunjung ketemu.
Yu terus memanggil ayahnya dan mendapati D sudah tergantung di teras depan rumah.
Saat ditemukan, D tergantung dengan posisi duduk di kursi panjang. Mendapati ayahnya telah tergantung, Yu kemudian berteriak minta tolong dan beberapa saat kemudian muncul Ya bersama warga sekitar.
"Mereka kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas setempat," ungkapnya.
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat berat dan penuh tekanan, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Berita Terkait
-
Sempat Dilaporkan Polisi Gegara Cabuli Anak Sendiri, Pria Karangasem Tewas Gantung Diri
-
3 Bukti Perundungan Online Sudah Berbahaya Bagi Kesehatan Mental
-
Pria Lansia Tewas Usai Lompat dari Lantai Tiga di Aceh
-
Top 5 SuaraJogja: Donasi Pasien RS Sardjito, Penjual Hewan Kurban Tak Berani Stok Banyak
-
26 Warga Gunungkidul Bunuh Diri Tahun Ini, Terakhir Mbah YM Asal Karangmojo
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi