SuaraJogja.id - Perjuangan seorang gadis yang hidup tanpa ayah mencuri atensi publik. Gadis bernama Miftahul Jannah itu pun viral di media sosial.
Miftahul Jannah, pada utasnya yang viral, Selasa (27/7/2021), bermaksud mengucapkan terima kasih pada dirinya sendiri karena telah berjuang keras menjalani kehidupan.
"Thread ini gua persembahkan buat "Miftahul Jannah" sebagai ucapan terima kasih karna udah jadi manusia kuat versi dirinya sendiri," tulisnya lewat akun @nitijinew.
Ia menceritakan, umur 16 tahun menjadi momen di mana ia mengalami patah hati terbesar karena kehilangan ayahnya.
Bukan itu saja, ketika lulus SMP pun, ia kembali patah hari karena tak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA karena faktor biaya, sehingga ia memutuskan untuk mencari kerja selepas lulus SMP.
"Gua sering nangis diem-diem mikirin nasib yang kurang enak. Sampe akhirnya gua sadar, hidup gua gak berhenti cuma karna gak bisa lanjut ke SMA.
Gua mutusin nyari kerja buat bantu ngehidupin kebutuhan sehari-hari bantuin emak sebagi orang tua tunggal," cuitnya.
Bermodal ijazah SMP, Miftahul Jannah mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan, tetapi perjuangannya mulai berbuah. Ia diterima bekerja sebagai cleaning service di bioskop.
Lantas, ketika seharusnya ia belajar di sekolah atau bermain bersama teman-temannya, di umur 17 tahun, ia menghabiskan masa mudanya itu untuk mencari uang.
Meski begitu, gadis kelahiran 29 November 2000 ini mendapat banyak perlajaran selama bekerja saat remaja, antara lain disiplin waktu, kerja sama, hingga bersyukur.
Baca Juga: Heboh Pulsa di Ponsel Jadul Ada Rp 250 Juta, Warganet: Bisa Nelpon Sampai Mulut Berbusa
Walaupun sudah bisa menghasilkan uang sendiri, kala itu Miftahul Jannah masih memiliki keinginan untuk lanjut SMA.
"Akhirnya gua mutusin ikut program Paket C (setara SMA). Gua daftar dan biayain diri sendiri dengan cara nyicil tiap bulannya.
Bener ya, cara orang dapetin keinginannya pasti beda-beda," terang dia.
Dirinya pun menemui kendala dalam mengatur waktu antara kerja dan sekolah karena jadwal belajar Sekolah Paket C adalah Sabtu dan Minggu, tetapi libur kerjanya Senin.
Namun, ia masih bisa bersyukur, ketika mendapat shift kerja sore, Miftahul Jannah menyempatkan belajar selama satu hingga dua jam di sekolah.
Perjuangannya sekolah Paket C sambil bekerja itu pun berbuah manis. Ia akhirnya lulus dan mendapatkan ijazah.
"Walaupun waktunya lebih singkat dari sekolah formal, gua tetep bangga dan bersyukur karna bisa lulus sekolah setara SMA.
Berjuang bareng mereka ngebuat gua sadar bahwa bukan cuma gua doang yang kurang beruntung di dunia ini. Justru gua salah satu orang yang kuat diantara mereka," kenang Miftahul Jannah.
Berita Terkait
-
Heboh Pulsa di Ponsel Jadul Ada Rp 250 Juta, Warganet: Bisa Nelpon Sampai Mulut Berbusa
-
Ditonton 11 Juta Kali, Viral Testimoni Wanita Nikahi Sahabat: Jadi Geli Sendiri
-
Waduh! Semprot Kasus TNI AU Injak Difabel Papua, Pria Ini Sebut Papua Pantas Merdeka
-
Siapa Influencer yang Disebut Dapat Vaksin Ketiga?
-
Viral Pria Nekat Masukkan Belut Dalam Anus Untuk Obati Sembelit Gegara Cerita Rakyat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Kades Curhat Harus Urus Kopdes hingga Program Lain Terabaikan, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY
-
Ars Longa: Generatio, Awal Trilogi ARTJOG Bicara soal Warisan Luka
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang