SuaraJogja.id - Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Berbeda dari daerah di sekitar yang sudah masuk level 3, DIY pada 30 Agustus hingga 6 September 2021 masih harus menerapkan PPKM Level 4.
Angka kematian pasien COVID-19 yang masih tinggi disinyalir menjadi salah satu alasan pemerintah masih menetapkan PPKM level 4 di DIY. Angka kematian di DIY selama seminggu terakhir selalu diatas 5 orang per 100 ribu penduduk sesuai standar Kementerian Kesehatan (kemenkes).
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 DIY, angka kematian akibat COVID-9 pada 26-30 Agustus mencapai 124 kasus. Angka kematian terendah pada 26 Agustus 2021 sebanyak 15 kasus, sedangkan tertinggi pada 30 Agustus 2021 sebanyak 35 orang. Total kasus meninggal akibat COVID-19 di DIY hingga 30 Agustus 2021 sendiri mencapai 4.816 kasus.
"Ya jadi sebetulnya penilaian terhadap level oleh kementerian kesehatan, pemda diy dan kabupaten mencoba menekan angka kematian serendah-rendahnya dan kesembuhan setinggi-tinggi dan kasus positif serendah-rendahnya. Soal penilaian [ppkm] kita serahkan ke pusat," ujar Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (31/08/2021).
Menurut Aji, Pemda terus berusaha mengurangi angka kematian akibat COVID-19 di DIY dan penambahan kesembuhan. Dengan demikian positivity rate di DIY pun bisa semakin rendah.
Tingginya angka kematian di DIY, lanjut Aji lebih banya diakibatkan penyakit penyerta atau komorbid yang diderita pasien COVID-19. Mereka kebanyakan dirawat di rumah sakit rujukan.
"Lebih banyak [angka kematian] yang ada di rumah sakit karena orang-orang yang dengan komorbid, lansia yang sudah parah [covid-19] kan masuknya ke rumah sakit. Sehingga jumlah kematian lebih banyak di rumah sakit," ungkapnya.
Aji berharap pasien COVID-19 jangan sampai terlambat dibawa ke rumah sakit, terutama yang mengalami gejala. Apalagi saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan pun sudah rendah dibawah 30 persen sehingga tidak ada kendala ketersediaan tempat tidur.
"Tidak ada alasan [pasien covid-19] ditolak rumah sakit sehingga kalau bergejala ya harus ke rumah sakit, jangan diobati di rumah," tandasnya.
Baca Juga: Sembilan Tahun Usia Keistimewaan DIY, Begini Pesan GKR Hemas untuk Rakyat Jogja
Aji menyebutkan, DIY yang masuk wilayah aglomerasi pun mengharuskan propinsi ini menerapkan PPKM Level 4. Sebab meski positivity rate DIY sudah cukup rendah dibawah 7 persen, namun mobilitas di kawasan aglomerasi yang daerah sekitarnya masih masuk zona merah masih cukup tinggi.
Namun DIY tidak mempermasalahkan kebijakan PPKM Level 4 dari pemerintah pusat tersebut tetap diberlakukan di DIY. Yang penting sektor kritikal dan esensial di DIY diberikan ijin untuk beroperasi sesuai prosedur PPKM.
"Karena di level apapun, ketentuan di pedulilindungi itu tetap diberlakukan," ujarnya.
Ditambahkan mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraha (kadisdikpora) DIY tersebut, Pemda sudah mengeluarkan ijin bagi pusat perbelanjaan yang buka dengan kapasitas 50 persen dengan aplikasi pedulilindungi.id. Namun hanya orang-orang yang berkepentingan saja boleh masuk ke pusat perbelanjaan.
Terkait zona merah penularan COVID-19 DIY di tingkat RT sudah mulai habis. RT di DIY sebagian besar sudah masuk zona hijau. Hal ini mengindikasikan perkembangan penanganan COVID-19 sudah cukup bagus.
"Termasuk beberapa hari terakhir kasus positif juga menurun tajam dan rumah sakit kosong karena pasien sedikit," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Tetap Waspada! Meski Turun Level, 550 Warga di Jateng Meninggal Karena Covid-19
-
Satgas Tegur 10 Daerah karena Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Jatim Paling Banyak
-
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Aktif Indonesia Lebih Baik dari Amerika dan Inggris
-
Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per Selasa, 31 Agustus 2021
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 25 Februari 2026: Cek Jam Magrib Tepat di Sini!
-
Buka Puasa Hemat di Pusat Kota Jogja! Malyabhara Hotel Tawarkan All You Can Eat Hanya Rp139 Ribu
-
Royal Ambarrukmo Hadirkan 'Kampoeng Ramadhan Ambarrukmo' dengan Menu Buka Puasa Spesial
-
Meski Dana BOS Belum Cair, Sekolah Jalankan SE Pengecatan dan Pemasangan Foto Bupati Kulon Progo
-
Jajaran Direksi BRI Hadiri Imlek Prosperity 2026 di Hotel Mulia Jakarta