SuaraJogja.id - Dosen Arsitektur UGM, Revianto Budi Santosa mengungkapkan banyak pemilik bangunan dan dan cagar budaya di Kota Yogyakarta yang kesulitan dalam merawat kelestarian rumah mereka. Padahal saat in ada lebih dari 200 bangunan dan cagar budaya yang membutuhkan perawatan secara berkelanjutan.
"Bangunan milik pribadi atau tempat tinggal yang menjadi warisan budaya kan butuh pengorbanan [untuk merawatnya]. Bangunan-bangunan ini perlu dibantu perawatannya," ungkap Revianto dalam Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan Bangunan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Kota Yogyakarta 2021, Selasa (29/09/2021).
Karenanya menurut Ketua Tim Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya Kota Yogyakarta tersebut, untuk bisa melestarikan keasilan bangunan warisan budaya tersebut, bantuan kepada pemilik sangat dibutuhkan. Dengan demikian bangunan-bangunan tersebut tidak akan rusak atau roboh karena tidak terawat dengan baik.
Bantuan bagi pelestarian bangunan-bangunan tersebut juga akan membuat pemiliki tak lantas dijual dan dipugar karena tak sanggup merawatnya. Sebab menjaga riwayat dan kelestarian bangunan-bangunan yang berumur puluhan tahun tersebut akan sangat bernilai. Tidak saja dari sisi sejarah namun juga bernilai bagi Kota Yogyakarta yang berpredikat sebagai Kota Budaya.
"Karenanya pemkot perlu sembodo (konsekuen-red) untuk ikut melestarikan bangunan warisan budaya. Mari kita mengapresiasi bangunan bersejarah yang kita miliki," paparnya.
Salah seorang pemilik bangunan warisan budaya eks Asrama Margoyuwono, Prawirojuwono mengungkapkan asrama yang dibangun pada 1943 tersebut selama ini memang membutuhkan banyak biaya perawatan. Terutama dalam menjaga agar bangunan tua tidak berjamur serta tetap awet cat rumahnya.
"Sudah sepuluh tahun ini bangunan tidak kami perbaiki karena memang membutuhkan biaya yang besar," ujarnya.
Karenanya bangunan yang memiliki ciri khas gaya penataan bangunan aristektur Jawa ini dialihkan menjadi bangunan komersial. Dengan demikian pemilik memiliki dana untuk perbaikan bila dibutuhkan.
"Kita sewakan kepada yang benar-benar tahu sejarah sehingga tetap terjaga kelestariannya," imbuhnya.
Baca Juga: Lampu-lampu di Malioboro Kembali Normal, IDI DIY Harap Pemkot Berkaca dari Negara Lain
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan (disbud) Kota Yogyakarta, Yeti Martanti mengungkapkan untuk tetap melestarikan bangunan cagar budaya, pihaknya memberikan penghargaan berupa bantuan perawatan kepada 15 bangunan warisan dan cagar budaya di Kota Yogyakarta. Hasil itu didapat dari sekitar 70 bangunan yang diseleksi.
"Masing-masing bangunan mendapatkan bantuan perawatan sebesar Rp10 juta," terangnya.
Adapun 15 bangunan yang dapat bantuan tersebut yakni Masjid Syuhada Kotabaru, eks Asrama Margoyuwono, rumah tinggal di Jalan Tirtodipuran, Pendopo Banaran SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, rumah tinggal Keluarga Jawas Bilal dan Rumah Jawa Kotagede. Selain itu Rumah Jawa Ndalem Sopingen dan Rumah Jawa Kotagede
"Setelah ditetapkan sebaai warisan budaya, pemilik diharapkan tetap merawat dengan baik bangunan yang dimiliki. Karenanya bantuan ini sebagai upaya mendekatkan dan melestarikan cagar budaya dan memovitasi masyarakat yang masih punya dan enggan merawat untuk bisa kembali merawat bangunan milik mereka," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Ini Kisah Mantri BRI Dampingi UMKM Talaud Tumbuh, Sampai Mampu Buka Lapangan Kerja
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Riset Doktor UNY Tawarkan Model Evaluasi Baru bagi Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah