SuaraJogja.id - Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2021-2026 Siti Murtiningsih mengaku sudah menyiapkan sejumlah program yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Salah satunya mengumpulkan aspirasi dari seluruh civitas akademika dalam rangka membuat Fakultas Filsafat kembali hebat.
"Ini sedang on the way melakukan temu aspirasi dengan berbagai macam civitas akademika yang sekarang sedang berjalan. Termasuk juga ada pertemuan terakhir dari serangkaian FGD yang dilakukan oleh alumni," kata Siti Murtiningsih saat ditemui seusai pelantikan, Jumat (8/10/2021).
Semua kegiatan itu, kata perempuan yang akrab disapa Murti tersebut bertujuan untuk menghasilkan beberapa poin. Hingga nanti akhirnya akan dijadikan sebagai panduan untuk segera berbenah.
"Serta melakukan kerja-kerja banyak hal yang diharapkan bisa membawa fakultas ke depan. Semua ini nanti akan kita rumuskan dan gabungan dengan ketercapaian yang sudah dicapai oleh periode kemarin dan periode sebelum-sebelumnya yang nanti itu tetep menjadi pondasi arahan bagi kami tim dekanat yang baru nanti untuk mengarungi 5 tahun ke depan. Itu untuk fakultas," tuturnya.
Disampaikan Murti, satu poin yang menjadi perhatian atau isu sentral di Fakultas Filsafat adalah bagaimana kemudian menjadikan fakultas yang semakin berkembang. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang hampir berlangsung selama dua tahun ini.
"Kita ingin fakultas hebat kembali adalah di tengah hiruk pikuk pertama teknologi kemudian ditimpali oleh pandemi. Kedua hal itu saya kira merupakan dua hal yang saya kira portal penting bagi kita untuk segera menata hal-hal yang perlu ditata menyambut tata kehidupan normal yang baru," ungkap mantan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Filsafat itu.
Ia menyatakan tatanan kehidupan normal yang baru itu bisa menjadi tantangan di depan. Sehingga semua pihak terkhusus Fakultas Filsafat perlu menyiapakan segala sesuatunya agar tidak tertinggal.
"Tantangan ke depan ini kan kita tidak lagi apa yang sudah kita lakukan yang kemarin kita jalani itu tidak 100 persen kita bisa lalui lagi di hari-hari ke depan ini. Banyak hal baik itu nilai budaya, politik terutama kesehatan juga nilai kemanusiaan juga itu semua ada banyak pergeseran dan kita harus menyiapkan diri," ucapnya.
Dalam hal ini, Murti meyakini bahwa Fakultas Filsafat telah siap menghadapi perubahan-perubahan itu.
Baca Juga: Pegawai Nonaktif KPK Bakal Direkrut Jadi ASN Polri, Pukat UGM Pertanyakan Hal Ini
"Fakultas Filsafat saya kira sudah siap untuk itu semua. Dengan kebersamaan mengawal nilai-nilai itu yang akan selalu menjadi pondasi bagi kehidupan ke depan," tandasnya.
Diketahui bahwa Murti menjadi sosok dekan perempuan kedua di sepanjang sejarah Fakultas Filsafat sejauh ini. Sebelumnya ada nama Djuretna Adi Imam Muhni yang menjabat sebagai dekan perempuan Fakultas Filsafat UGM pertama pada periode tahun 1991-1995.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik