SuaraJogja.id - Ke Yogyakarta tak lengkap jika belum belanja oleh-oleh atau buah tangan. Anda wajib beli oleh-oleh khas Jogja paling hits ini.
Menikmati waktu liburan dengan bepergian namun tidak membawa oleh-oleh sepertinya tidak mengesankan. Apalagi tujuannya adalah Jogja.
Pasalnya, di tempat satu ini terdapat banyak oleh-oleh khas Jogja yang wajib untuk dibawa pulang.
Untuk membawa oleh-oleh Jogja, tidak hanya sekedar makanan saja. Misalnya kerajinan tangan, kaos hingga batik khas Jogja.
Dari semua kekayaan yang dimiliki, tak ada salahnya apabila berkunjung dan membawa oleh-oleh dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Banyak hal menarik yang bisa ditemukan saat berkunjung di Jogja, seperti kesenian, kebudayaan, spot wisata hingga makanan khas yang tentunya menggugah selera.
Ini dia daftar oleh-oleh khas Jogja yang bisa dibawa pulang.
1. Batik Jogja
Selain makanan, Batik merupakan salah satu oleh-oleh khas Jogja. Batik di Jogja tak hanya berupa kain dan pakaian.
Baca Juga: 5 Cafe di Jogja Terbaru Paling Enak untuk Nongkrong dan Ngobrol
Karena di sini Batik diaplikasikan dalam berbagai bentuk souvenir khas Jogja yang murah, seperti tas, syal dan sandal.
Tempat untuk berburu batik ini tentu saja berada di kawasan Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo.
Kerajinan khas jogja yang cocok sebagai oleh-oleh lainnya adalah Gerabah Kasongan. Kerajinan tanah liat di Desa Kasongan ini memiliki kualitas yang bagus.
Gerabah dapat ditemui dalam beragam bentuk, seperti guci, vas bunga, lampu hias hingga asbak.
3. Kaos Dagadu Djokdja
Kaos ini terkenal dengan plesetan lucunya yang khas Yogyakarta. Oleh-oleh khas Jogja ini pas banget untuk kamus yang ingin member kejutan kepada pacar atau pasangan yang memiliki selera humor dan seni.
Kaos ini dapat ditemukan di Mal Malioboro, Ambarukmo Plaza, dan Yogyatorium Dagadu Djokdja di Jalan Gedong Kuning, Yogyakarta.
4. Blangkon
Blangkon merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain batik. Ini juga bisa menjadi oleh-oleh khas Jogja.
Blangkon khas Jogja diberi nama dengan blangkon Mondolan, Karena terdapat bulatan besar di bagian belakangnya.
Malioboro adalah tempat yang tepat untuk mencari Blangkon sebagai oleh-oleh untuk diberikan kepada ayah atau saudara laki-laki.
5. Bakpia
Oleh-oleh kha Jogja selanjutnya adalah makanan yang sangat populer, Ya, Bakpia, makanan ini merupakan salah satu jenis kue khas kota Jogja yang awet dan tahan lama.
Tekstur makanan ini crispy diluar namun terasa lembut didalamnya. Selain itu ada juga Bakpia kukus yang memiliki bentuk lebih besar dan teksturnya lebih empuk.
Bakpia kukus juga memiliki dua varian kulit berwarna putih dan coklat.
Satu tempat yang terkenal untuk membelinya adalah toko oleh-oleh Bu Tini yang ada di kawasan Malioboro.
6. Yangko

Makanan satu ini kerap disebut sebagai mochinya khas Jogja. Yangko merupakan oleh-oleh khas Jogja yang memiliki banyak varian rasa, mulai dari cokelat hingga durian.
Oleh-oleh khas Jogja satu ini bisa dibilang yang paling ekstrem. Pasalnya, walang goreng khas Gunungkidul, Yogyakarta ini, merupakan cemilan berupa belalang yang digoreng.
Tak perlu takut untuk mencicipinya, walang goreng ini memiliki rasa gurih dan renyah. Sehingga sangat cocok sebagai oleh-oleh untuk dimakan bersama keluarga atau teman.
8. Geplak
Cemilan ini memiliki rasa manis yang cocok cibawa pulang sebagai oleh-oleh. Makanan khas Bantul ini merupakan kue warna-warni yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah atau gula pasir.
Geplak biasanya dikemas dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu.
Kontributor : Raditya Hermansyah
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Ramadan ala Nusantara di The Alana Yogyakarta, Sajikan Iftar Buffet Khas Indonesia
-
PSIM Yogyakarta Makin Lengkap, Pemain Keturunan Belanda Disiapkan Lawan Bali United
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris