SuaraJogja.id - Galang Jalu Aji, seorang bocah berusia 14 tahun dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter Puskesmas Girisubo I. Bocah asal Pedukuhan Jerukwudel ini sebelumnya tenggelam di dasar Telaga Wotawati yang berada di Pedukuhan Dompol, Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Kapolsek Girisubo Iptu Wasdiyanto menjelaskan, Galang tenggelam saat berniat mandi di telaga tersebut. Kamis (25/11/2021) siang, korban mengajak teman sepermainannya, Ardan (13) dan Putra (13), sesama warga Jerukwudel, untuk berenang di Telaga Wotawati.
Sesampainya di lokasi sekira pukul 12.30 WIB korban tampaknya tidak sabar untuk masuk ke air. Seketika itu juga korban melepas baju dan langsung melompat ke air tanpa memperhitungkan kedalaman air terlebih dahulu.
"Korban langsung terjun ke air gitu saja," tutur Wasdiyanto, Kamis (25/11/2021).
Saat itu dua temannya masih berada di tepi telaga karena mereka belum mengetahui kedalaman air telaga. Keduanya duduk mengamati korban ketika masuk ke air. Keduanya panik karena beberapa saat setelah melompat ke telaga, korban tak kunjung muncul ke permukaan.
Keduanyapun gelisah dan mencoba untuk menolong korban dengan mencari kayu panjang. Melihat rekannya tenggelam, keduanya juga takut jika terjun ke air. Mereka lantas berteriak meminta tolong kepada warga.
Teriakan tersebut didengar oleh warga setempat bernama Gunawan (39), yang kebetulan melintas. Gunawan lantas bergegas ke telaga, namun karena tidak membawa peralatan akhirnya dia lantas meminta tolong warga yang lain untuk mengambil alat guna melakukan pencarian.
"Setelah satu jam melakukan pencarian, korban ditemukan sekira pukul 14.15 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Girisubo," terangnya.
Meski telah mendapatkan perawatan dari petugas Puskesmas, tetapi nyawa korban tidak tertolong hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya akan dimakamkan.
Baca Juga: 7 Siswa SLB N 1 Gunungkidul Terpapar Covid-19, PTM Dihentikan Selama Dua Minggu
"Kami himbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya mereka agat tidak bermain ke lokasi yang membahayakan," tandasnya.
Koordinator Sar Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko mengatakan warga sempat kesulitan melakukan pencarian karena air cukup dalam. Usai diguyur hujan, kedalaman telaga tersebut bisa mencapai 3 meter lebih. Kondisi ini tentu menyulitkan warga untuk menyelam.
"Sebenarnya mereka meminta bantuan relawan untuk menyelam. Namun sebelum petugas penyelam tiba, korban sudah berhasil ditemukan," ungkapnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
7 Siswa SLB N 1 Gunungkidul Terpapar Covid-19, PTM Dihentikan Selama Dua Minggu
-
Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Pratama, Polisi Periksa 4 Saksi
-
Capaian Vaksinasi di Gunungkidul Melambat, Dinkes Sebut Terkendala Kondisi Geografis
-
Pergerakan Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Melambat, Ini Penyebabnya
-
Tenggelam di Kolam Renang Pratama Bandar Lampung, Bocah 6 Tahun Tewas
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sahid Tour Siap Berangkatkan 492 Jamaah Haji, Beri Bekal Lewat Program Manasik 3 Hari
-
Long Weekend May Day di Jogja: Siapkan Payung, Hujan Ringan Diprediksi Guyur Kota Pelajar
-
Duh! Dewan Pembina dan Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Pernah Tersandung Kasus Korupsi
-
Upah Rendah dan Eksploitasi Pengasuh Jadi Akar Kekerasan di Daycare
-
Fakta Persidangan: Hakim Ungkap Dana Hibah untuk Masyarakat, Tak Ada Bukti Sri Purnomo Ambil Manfaat