SuaraJogja.id - Ajakan untuk membantu pemerintah menurunkan prevalensi perokok disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kepada Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.
Perokok yang mendapat perhatian khusus dalam upaya penekanan prevalensi ini utamanya adalah anak dan remaja, dengan melakukan pendekatan kepada petani tembakau, produsen rokok, serta perokok.
"Peran Muhammadiyah sangat luar biasa dan kami berharap Muhammadiyah bisa memengaruhi petaninya (tembakau), para produsennya, dan para perokoknya," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto dalam diskusi virtual bertajuk "Gerakan Muhammadiyah dalam Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan Generasi Bangsa" dipantau di Yogyakarta, Sabtu (27/11/2021).
Menurut dia banyak pihak yang memberikan edukasi dengan sebatas menyasar para perokok tanpa melakukan pendekatan pada aktor utamanya yakni produsen rokok dan petani tembakau.
"Para produsennya ayo kita ajak bicara, para petaninya ayo kita ajak bicara karena merkalah pemain-pemain utamanya," kata dia.
Sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ia berharap Muhammadiyah mampu membantu menekan perokok pada usia anak dan remaja atau usia 10 sampai 18 tahun turun dari 9,4 menjadi 8,7 pada tahun 2024.
Masih tingginya jumlah perokok, menurut dia, menjadi tantangan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berbadaya saing di Tanah Air.
Jumlah perokok di Indonesia, kata dia, tergolong salah satu yang terbesar di dunia dengan jumlah lebih dari 65 juta orang.
"Jumlah tersebut tentu terus berkontribusi dan tentu telah menciptakan orang-orang terkaya di Asia dengan latar belakang pemilik industri rokok," katanya.
Baca Juga: Sejarawan Muhammadiyah Harus Berpikir Terbuka, Haedar Nashir: Perlu Hati dan Kejujuran
Ia menyebutkan survei Global Youth Tobacco Survey tahun 2014 menyebutkan bahwa perokok pelajar dalam jenjang usia 13-15 tahun di Indonesia mencapai 18,8 persen dan 57,8 persen dari remaja usia itu terpapar asap rokok.
"60,6 persen pelajar tidak dicegah ketika membeli rokok. Padahal kalau di luar negeri pembelinya dibatasi tapi di Indonesia tidak ada yang mengingatkan itu," katanya.
Ia menilai perokok di kalangan remaja semakin memprihatinkan, terlebih dengan munculnya tren rokok elektronik atau yang dikenal dengan "vape".
Rokok elektrik atau vape, kata dia, menggunakan nikotin cair yang dipanaskan dan kemudian dihisap. Uapnya akan memperberat tingkat adiksi karena dosisnya dapat ditambahkan terus menerus setiap kali dipakai.
"Bagi anak dan remaja, konsumsi nikotin dapat memberikan dampak gangguan perkembangan otak terutama di daerah kortek prefrontal yang memiliki sembilan fungsi yaitu empati, pemahaman, respon dan fleksibilitas, pengaturan emosi, fungsi tubuh, moralitas, intuisi, komunikasi, dan respon tubuh terhadap kecemasan atau ketakutan," katanya.
Menurut dia, apabila anak atau remaja mengalami adiksi nikotin hingga dewasa besar kemungkinan mengalami gangguan fungsi kognitif atau kejiwaan.
Berita Terkait
-
Sejarawan Muhammadiyah Harus Berpikir Terbuka, Haedar Nashir: Perlu Hati dan Kejujuran
-
Haedar Nashir: Kepentingan Politik Kekuasaan Kerap Mengubah Realitas Sejarah
-
Heboh Kericuhan Pelantikan IMM UMSU, Ternyata Karena Ini
-
Kasman Singodimedjo: Ketua KNIP Parlemen Pertama di Indonesia
-
Penundaan Revisi PP 109 Tahun 2012 Ancam Masa Depan Anak Indonesia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan