Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 27 Februari 2026 | 02:47 WIB
Petugas memberi tanda di sejumlah ruas jalan yang berlubang, Kamis (26/2/2026). (Dok: Istimewa).
Baca 10 detik
  • Ditlantas Polda DIY survei jalan nasional, menemukan 10% kerusakan jalan akibat tingginya curah hujan.
  • Kerusakan parah teridentifikasi di Simpang Ngelo, Sentolo, beserta pemudaran marka jalan nasional.
  • Perbaikan jalan rusak dan marka ditargetkan selesai Ditlantas Polda DIY sebelum masa mudik Lebaran 2026.

SuaraJogja.id - Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyatakan jalan rusak di sejumlah ruas wilayah Yogyakarta masih mencapai 10 persen. Munculnya lubang-lubang itu sangat dipengaruhi oleh tingginya curah hujan belakangan ini.

Temuan itu usai pihaknya melaksanakan survei kesiapan jalan di sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, hingga perbatasan Purworejo. 

Survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengendara jalan. Terutama menjelang peningkatan volume kendaraan di masa libur Lebaran 2026.

"Tadi masih ada lubang-lubang 10 persen, itu adalah lubang-lubang karena curah hujan sangat tinggi ya terutama karena musuhnya aspal adalah air hujan," kata Widya saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Widya mengungkapkan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut sebenarnya sudah mencapai 90 persen.

Namun, ia memberikan catatan khusus terkait munculnya titik-titik kerusakan baru yang cukup parah di sekitar Simpang Ngelo, Sentolo, Kulon Progo.

"Sebelum Simpang Ngelo kalau dari timur ya, itu parah banget, lubangnya, kita panen lubang tadi. Dan kita tandai dengan pilox-pilox sih tadi," ucapnya.

Disampaikan Widya, merusakan tersebut seringkali muncul secara mendadak bahkan dengan kedalaman yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua.

Selain kondisi aspal, survei ini turut menyisir kelengkapan fasilitas jalan lainnya seperti marka, rambu lalu lintas, hingga fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Petugas menemukan adanya penurunan kualitas marka jalan yang sudah mulai memudar serta gangguan pada rambu lalu lintas di titik tertentu.

Baca Juga: 8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta

"Marka kayak zebra cross, kemudian marka stop line ya marka simpang itu banyak yang sudah pudar juga udah tadi kita sampaikan," ungkapnya.

Ia turut menyoroti ruas rawan genangan air terlebih ketika hujan dengan intensitas tinggi di area sekitar PLN Sedayu.

"Memang ada beberapa permasalahan di situ. Sehingga selain memang karena volume air yang sangat besar, drainasenya tidak muat, meluap ke jalan seperti itu," tuturnya.

Ditlantas Polda DIY telah berkoordinasi langsung dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah terkait untuk segera melakukan perbaikan. Koordinasi ini mencakup penanganan paket jalan 1.1 dan 1.4 agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan cepat.

"Tadi (survei) bareng sama penanggung jawabnya. Jadi sudah langsung akan segera ditindaklanjuti," imbuhnya.

Seluruh upaya perbaikan ini ditargetkan dapat rampung dalam waktu dekat. Widya menegaskan bahwa penambalan jalan maupun pembenahan marka harus tuntas sebelum masa angkutan mudik Lebaran.

"Kita punya target itu sebelum operasi ketupat sudah beres semua, penambalan jalan-jalan yang berlubang. Kalau markanya masih sudah mulai pudar sekali kita minta segera dibenahi semuanya," pungkasnya.

Load More