- Ditlantas Polda DIY survei jalan nasional, menemukan 10% kerusakan jalan akibat tingginya curah hujan.
- Kerusakan parah teridentifikasi di Simpang Ngelo, Sentolo, beserta pemudaran marka jalan nasional.
- Perbaikan jalan rusak dan marka ditargetkan selesai Ditlantas Polda DIY sebelum masa mudik Lebaran 2026.
SuaraJogja.id - Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyatakan jalan rusak di sejumlah ruas wilayah Yogyakarta masih mencapai 10 persen. Munculnya lubang-lubang itu sangat dipengaruhi oleh tingginya curah hujan belakangan ini.
Temuan itu usai pihaknya melaksanakan survei kesiapan jalan di sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, hingga perbatasan Purworejo.
Survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengendara jalan. Terutama menjelang peningkatan volume kendaraan di masa libur Lebaran 2026.
"Tadi masih ada lubang-lubang 10 persen, itu adalah lubang-lubang karena curah hujan sangat tinggi ya terutama karena musuhnya aspal adalah air hujan," kata Widya saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Widya mengungkapkan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut sebenarnya sudah mencapai 90 persen.
Namun, ia memberikan catatan khusus terkait munculnya titik-titik kerusakan baru yang cukup parah di sekitar Simpang Ngelo, Sentolo, Kulon Progo.
"Sebelum Simpang Ngelo kalau dari timur ya, itu parah banget, lubangnya, kita panen lubang tadi. Dan kita tandai dengan pilox-pilox sih tadi," ucapnya.
Disampaikan Widya, merusakan tersebut seringkali muncul secara mendadak bahkan dengan kedalaman yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua.
Selain kondisi aspal, survei ini turut menyisir kelengkapan fasilitas jalan lainnya seperti marka, rambu lalu lintas, hingga fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Petugas menemukan adanya penurunan kualitas marka jalan yang sudah mulai memudar serta gangguan pada rambu lalu lintas di titik tertentu.
Baca Juga: 8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta
"Marka kayak zebra cross, kemudian marka stop line ya marka simpang itu banyak yang sudah pudar juga udah tadi kita sampaikan," ungkapnya.
Ia turut menyoroti ruas rawan genangan air terlebih ketika hujan dengan intensitas tinggi di area sekitar PLN Sedayu.
"Memang ada beberapa permasalahan di situ. Sehingga selain memang karena volume air yang sangat besar, drainasenya tidak muat, meluap ke jalan seperti itu," tuturnya.
Ditlantas Polda DIY telah berkoordinasi langsung dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah terkait untuk segera melakukan perbaikan. Koordinasi ini mencakup penanganan paket jalan 1.1 dan 1.4 agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan cepat.
"Tadi (survei) bareng sama penanggung jawabnya. Jadi sudah langsung akan segera ditindaklanjuti," imbuhnya.
Seluruh upaya perbaikan ini ditargetkan dapat rampung dalam waktu dekat. Widya menegaskan bahwa penambalan jalan maupun pembenahan marka harus tuntas sebelum masa angkutan mudik Lebaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?