SuaraJogja.id - Harga telur ayam ras di seluruh Indonesia melonjak tajam sejak sepekan yang lalu. Tak terkecuali di Kota Jogja yang mencapai Rp31.000 per kilogram (kg). Kenaikan ini lebih dari 25 persen dari harga acuan pemerintah sebesar Rp24.000 per kg di level konsumen.
"Harga telur ayam ras sekarang Rp31.000, padahal satu minggu sebelumnya sekitar Rp22.000-24.000," kata seorang pedagang di Pasar Beringharjo, Natasha Dinda ditemui SuaraJogja.id, Senin (27/12/2021).
Menurutnya, ada dua hal yang membuat harga telur mengalami kenaikan. Pertama, karena jumlah telur yang diberikan ke kelompok penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) bertambah.
"Yang dapat PKH itu kan biasanya cuma dapat dua kilogram telur tapi saat ini jadi empat kilo," terangnya.
Kedua, tingginya permintaan masyarakat akan telur ayam ras selama Natal dan Tahun Baru. Namun demikian, kenaikan ini merupakan yang termahal.
"Tingginya permintaan dari masyarakat juga bikin harga telur naik. Baru sekarang harga telur kok lebih dari Rp30.000, Natal tahun lalu masih di bawah itu," katanya.
Imbas kenaikan harga telur, ia tidak berani menyetok dalam jumlah banyak. Ia hanya menyetok empat sampai enam kotak telur ayam ras.
"Enggak pernah nyetok karena harganya naik dan takut enggak habis. Saya cuma punya empat atau enam kotak, satu kotak 15 kilogram telur," jelasnya.
Walau harga telur naik, pelanggan setianya tetap membeli karena telur salah satu kebutuhan pokok.
Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Resmi Naik, Segini Harganya di Kota Jogja
"Kalau memang mereka benar-benar butuh ya tetap beli satu atau dua kg. Satu kg kira-kira dapat 16 butir telur," ujar dia.
Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan, terdapat sejumlah penyebab harga telur naik. Pertama karena adanya perubahan harga pakan ayam.
"Harga pakan ayam seperti jagung juga naik. Selain itu juga karena permintaan pasar menguat adanya momen Natal dan Tahun Baru," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik
-
Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak
-
Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat