"Habib Bahar menyebarkan kebencian, bener, terhadap apa? Terhadap kezaliman, jadi kalau ada yang gak terima, ya berarti dia pelaku daripada kedzaliman itu," lanjutnya.
Bahar bin Smith juga terdengar menjelaskan mengenai masalah ketika ia menyinggung Jenderal TNI Dudung Abdurachman beberapa waktu lalu.
"Masalah Dudung yang ane bahas adalah masalah dia menistakan agama, ya nanti tinggal dinilai benar apa tidak dia menistakan agama, semua orang kan punya hak masing masing," jelas Habib Bahar.
Setelah berbincang mengenai polemik yang menyinggung dirinya terkait ujaran kebencian, dan sentilan kepada Jenderal Dudung, para petugas pun terlihat berjabat tangan dan saling berpamitan kepada Bahar bin Smith.
Video juga memperlihatkan saat Habib Bahar mengantarkan para petugas menuju mobil mereka untuk berpamitan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja