SuaraJogja.id - Musisi Hindia dan Rayhan Noor mengaku merasa tertantang saat diminta membuatkan lagu untuk Armand Maulana.
"Wah itu deg-degan banget sih (mengirimkan lirik ke Armand). Karena waktu bikin draft lagunya pun itu makan waktu banget. Gue dan Bas waktu itu duduk di depan lama banget mikirin ini lagu mau dibikin kayak apa ya," kata Rayhan Noor saat diskusi daring, Jumat.
Rayhan mengaku bahwa dirinya dan Hindia harus membuat lagu yang jauh berbeda dari ekspektasi lagu yang biasanya mereka ciptakan.
"Memang part yang paling susah dari membuat lagu ini adalah mulainya ya sebenarnya. Bas (Hindia) nulis lirik dan gue bikin musiknya itu yang paling lama. Dan pas kita kirim ya kayak nothing to lose saja. Kayak, sudahlah. Kalau kang Armand nantinya amit-amit nggak suka ya sudah, sudah pasti berusaha lagi sih," lanjutnya.
Dalam proses pembuatan lagu "Sampai Akhir Zaman", Rayhan menceritakan bahwa sebelum menulis lirik untuk lagu tersebut dirinya dan Baskara Hindia melakukan perbincangan dengan Armand Maulana tentang pengalaman hidupnya dan perannya sebagai seorang suami sekaligus ayah.
"Saya dan Baskara Hindia memang kalau mengerjakan lagu itu kita ngobrol dulu dengan musisinya. Dan kita cari cerita yang berkaitan dengan orang tersebut gitu. Jadi, dengan begitu penyampaiannya juga akan jauh lebih dalam dan lebih meaningful gitu," ujar Rayhan.
Rayhan juga menambahkan bahwa pada akhirnya dia dan Hindia menciptakan lagu yang tampak identik dengan keduanya.
"Jujur waktu saya dan Baskara Hindia bikin ini tuh kayak, aduh bikin kayak gimana lagi ya. Dan pada akhirnya kita jatuh pada pilihan yang ya sudah yang kita banget saja. Yang lagunya Rayhan banget dan Hindia banget," tambahnya.
"Sampai Akhir Zaman" sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik. Musik video lagu tersebut pun kini diketahui telah ditonton lebih dari 183 ribu kali.
Baca Juga: Desa Bonjeruk, Destinasi Sejarah Pusat Pemerintahan Hindia Belanda di Lombok Tengah
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara