- Mahasiswa UMY seperti Fauziah kesulitan mudik Idulfitri karena dampak ekonomi musibah banjir di Ogan Ilir.
- Program "Mudik Bareng 2026" UMY memfasilitasi 335 mahasiswa perantauan pulang gratis ke kampung halaman.
- Fasilitas mudik gratis ini mengurangi beban biaya transportasi signifikan bagi mahasiswa yang kesulitan ekonomi.
SuaraJogja.id - Senyum lega dan haru akhirnya terkembang di wajah Fauziah Nurhasanah. Di tengah hiruk pikuk keberangkatan bus di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mahasiswi asal Palembang ini memendam kisah perjuangan yang tak terlihat.
Baginya, perjalanan pulang ke kampung halaman ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah anugerah yang hampir mustahil ia dapatkan.
Fauziah adalah potret dari ratusan mahasiswa perantauan yang bertaruh nasib. Ia sempat pasrah dan khawatir tidak bisa mencium tangan orang tuanya di Hari Raya Idulfitri tahun ini. Penyebabnya bukan karena tak rindu, melainkan karena keterbatasan biaya yang mencekik.
Kondisi ekonomi keluarganya di kampung halaman sedang porak-poranda. Musibah banjir besar yang melanda Ogan Ilir, Sumatera Selatan, akhir tahun lalu, turut merendam harapan Fauziah untuk bisa mudik.
“Saya asalnya dari Palembang. Kebetulan kedua orang tua saya pada akhir tahun dan awal tahun kemarin terkena musibah banjir di Ogan Ilir, jadi dari segi ekonomi kami sedang tidak baik," tutur Fauziah dengan suara bergetar sebelum keberangkatannya, Sabtu (7/3/2026).
Di tengah bencana yang menimpa keluarga, tiket bus seharga ratusan ribu rupiah dari Yogyakarta ke Palembang terasa seperti barang mewah yang tak terjangkau. Namun, secercah harapan datang dari program "Mudik Bareng 2026" yang diselenggarakan kampusnya. Fauziah pun mendaftar dengan penuh harap.
"Alhamdulillah ada kegiatan mudik gratis ini dan saya bisa mendapatkannya. Itu sangat membantu saya," ujarnya penuh syukur.
Kesempatan ini terasa semakin istimewa karena ini adalah momen mudik terakhirnya sebagai mahasiswa. Fauziah kini berada di tahun terakhir masa studinya. Ini juga menjadi pengalaman pertamanya merasakan kebaikan dari program mudik gratis setelah mendengar cerita dari teman-temannya.
"Privilege Luar Biasa" bagi Anak Rantau
Baca Juga: Uya Kuya Cs Dinonaktifkan, Rakyat Cuma Dibohongi? Pakar Sebut Akar Masalah Lebih Dalam
Kisah serupa juga dirasakan oleh Rifqi Alvian, mahasiswa Ilmu Komunikasi asal Metro, Lampung. Baginya, bisa pulang kampung tanpa memikirkan biaya tiket adalah sebuah kemewahan yang patut disyukuri.
"Sebagai mahasiswa perantauan, mendapatkan fasilitas untuk bisa mudik gratis itu benar-benar privilege yang luar biasa," ungkapnya.
Rifqi tahu betul betapa mahalnya biaya transportasi umum dari Yogyakarta ke Lampung. Program dari UMY ini telah memangkas salah satu beban terbesarnya sebagai anak kos.
“Biasanya kalau naik kendaraan umum itu lumayan mahal harga tiketnya. Sekarang karena difasilitasi mudik gratis UMY, jadi lumayan hemat banget. Bisa nol rupiah budget pulang," jelasnya semringah.
Program Mudik Bareng UMY tahun ini memberangkatkan 335 mahasiswa dari total 675 pendaftar, menunjukkan betapa besarnya kebutuhan akan program ini. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Dyah Mutiarin, menyatakan ini adalah bentuk kepedulian nyata kampus.
"Program ini merupakan bentuk kepedulian kampus kepada mahasiswa perantauan. Diharapkan mereka dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan," kata Dyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas
-
Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru