- LPDP dan PP Muhammadiyah berkolaborasi mendanai 26 proposal riset senilai Rp20 Miliar di 13 universitas.
- Pendanaan berasal dari skema *pooling fund* dengan kontribusi masing-masing Rp10 Miliar dari kedua pihak.
- Kolaborasi bertujuan mendorong ekonomi berbasis inovasi dan menyelaraskan riset dengan desain besar pemerintah.
SuaraJogja.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dana sebesar Rp 20 Miliar akan dikucurkan untuk 26 proposal riset pilihan dari 13 universitas yang direkomendasikan untuk dapat didanai.
Peresmian ini ditandai dengan agenda bertajuk 'Penandatanganan Perjanjian Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat RISPRO Invitasi Berkemajuan' yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Hal ini disebut sebagai langkah nyata mendorong transformasi ekonomi berbasis inovasi.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyatakan dukungan penuhnya terhadap skema baru ini. Pihaknya berharap program tersebut menjadi titik balik bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) untuk memperkuat basis penelitiannya.
"Ini bisa menjadi langkah awal dan saya sangat dukung ini agar beberapa PTMA yang sudah besar itu supaya kembali ke fitrahnya menjadi perguruan tinggi riset," kata Muhadjir saat ditemui di UMY, Kamis (19/2/2026).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu menilai kolaborasi tersebut sangat penting. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan mendesak Indonesia akan sumber daya manusia yang unggul dan hasil riset yang mampu menyentuh sektor hilir.
Program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) ini didukung dengan total pendanaan sebesar Rp20 miliar. Dana tersebut bersumber dari skema pooling fund dengan kontribusi seimbang masing-masing Rp10 miliar dari LPDP dan Muhammadiyah.
Ditekankan Muhadjir bahwa kualitas riset harus tetap terjaga dan memberikan dampak nyata. Terlebih melalui mekanisme asesmen yang ketat guna memastikan keberlanjutan manfaat riset di dunia nyata.
"Saya berharap juga nanti menggandeng lembaga-lembaga swasta lain di luar perguruan tinggi agar bisa lebih kompetitif di antara satu sama lain, tidak hanya melulu dengan PTMA saja," ungkapnya.
Baca Juga: PSIM Ubah Jadwal Latihan Selama Ramadan, Fokus Hadapi Jadwal Padat
Dalam konteks desain riset, Muhadjir menjelaskan bahwa PTMA harus menyelaraskan visi risetnya dengan grand design pemerintah. Dalam hal ini yang melibatkan kolaborasi antara LPDP, BRIN, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji itu menggarisbawahi pentingnya membangun ekosistem riset yang kolaboratif. Agar nantinya hasil penelitian tidak mubazir dan mampu memberikan dampak signifikan meskipun melalui proses yang panjang.
"Singkatnya harus inline dengan grand design riset yang ditetapkan oleh pemerintah baik melalui bantuan pembiayaan melalui LPDP maupun dari BRIN dan juga Kementerian Pendidikan Tinggi. Saya kira tiga poros itu yang harus dikolaborasikan dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, mengungkap bahwa pemilihan Muhammadiyah dalam kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dalam mengembangkan ekosistem industri melalui jaringan luas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ayom menyebut ekosistem Muhammadiyah yang memiliki ratusan rumah sakit dan perguruan tinggi merupakan 'laboratorium hidup' (living lab) yang ideal untuk proses riset hingga hilirisasi.
"Jadi memang upayanya adalah kita ingin memastikan keluarannya itu berdampak, dimanfaatkan industri namun dalam ekosistem Muhammadiyah yang kebetulan kalau dari Pak Muhadjir sendiri ngendika harus digunakan, pasti akan digunakan gitu," ujar Ayom.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
BRI Peduli Perkuat Komitmen Lingkungan, Latih 500 Volunteer Kelola Sampah di MotoGP Mandalika 2026
-
Pinjol Mudah Cair, Nasabah Gampang Dipermalukan, Reformasi Penagihan Mendesak
-
Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng
-
Kasus Kekerasan Terhadap Koordinator BEM UI, JPW Sebut Jadi Uji Nyali Kapolri Baru
-
Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21